Mata Nora yang tadinya terkatup begitu lama akhirnya perlahan terganggu karena gerakan seseorang disampingnya persis. Belaian tangan Benjamin padanya membuat Nora tersadar. Pemandangan sosok Benjamin yang Nora ingat sudah mengganti namanya dengan tekad pasti. Park Jee Min, Nora harus terbiasa namun ketampanannya tidak berubah. Nora merasa hatinya melambung bisa menikmati pemandangan indah ini. Mata Jee yang menatap dirinya kembali. Nora begitu merasa bersyukur dan tidak ingin kembali ke dunia nyata jika ini adalah mimpi. "Selamat pagi, maaf mengganggu tidur nyenyakmu tapi aku harus ke kampus dan bekerja." "Jam berapa sekarang?" "Jam sepuluh." Nora sontak terbangun, ia memiliki meeting jam delapan pagi. Ia langsung mencari handphonenya dengan grasak-grusuk. Tangannya di dahi dan ia me

