25. Bersama Fatimah

2628 Words

Hari yang Fatimah tunggu-tunggu sudah tiba, hari ini dia bersama Zehan melakukan perjalanan menuju Jakarta. Fatimah berhasil membujuk Abangnya agar mau mengantarkan dirinya bertemu dengan Almira sebelum pergi ke Kairo. Fatimah tahu jika dia berangkat sendirian ke Ibu Kota tentu saja tidak diizinkan oleh Abi Kiai. Apalagi dia anak perempuan satu-satunya, harus dijaga sebaik mungkin. Katanya kalau anak perempuan takut kenapa-kenapa di jalan, kurang bisa jaga diri. Padahal Fatimah mengatakan dia sudah besar, bisa membedakan baik dan buruk. Tapi tetap saja kekhawatiran Abi dan Uminya besar. Tadi Umi menitipkan asinan jagung bakar untuk Almira. Khusus Umi buatkan untuk gadis satu itu. "Lama lagi kah sampai Jakartanya? Aku udah nggak sabar." Zehan menghela napas, geleng-geleng kepala. "Kita b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD