"Loh, loh, Abang ngapain di sini? Gimana kalau ketemuan sama Kak Almira? Nanti dia sedih!" Fatimah membawa Zehan ke rak paling ujung, menjauh dari keramaian orang-orang. "Abang ngikutin aku sama Kak Almira ya?" Memicingkan matanya, berusaha mengintimidasi Zehan yang tidak sengaja kepergok ada di swalayan yang sama. Zehan mengusap wajahnya. "Ini swalayan besar, Fatimah. Siapa saja boleh ke sini. Abang lagi nyari makanan, sekalian belanja beberapa keperluan di kedai. Kamu seharian main sama Almira, nggak ingat-ingat Abang. Nggak ada telepon sama sekali, entah Abangnya ini udah makan atau belum ... kamu nggak tahu. Saking kesenangan sama Almira, Abang dilupain." Fatimah berdecak sebal. "Astaghfirullah, bukan gitu juga Abang. Aku kan lagi menikmati waktu yang singkat ini. Wajar kalau lebih

