Anita dan Evan duduk berdua di dalam ruangan dokter Aldi. Dokter yang menangani pak Abraham. Sedangkan Fery berjaga di kamar pak Abraham. Dengan setia menemani majikan yang selalu baik padanya. "Maaf sudah membuat kalian menunggu." Sapa dokter Aldi yang baru saja masuk ke ruangannya. Anita sedari tadi menunggu dengan perasaan tegang. Dia sangat takut karena melihat keadaan pak Abraham yang begitu lemah. "Bagaimana keadaan pak Abraham, Dok?" "Anda adalah?" Tanya dokter Aldi yang merasa tidak familiar dengan Anita. Yang biasa menemani pak Abraham hanyalah Fery dan Evan. "Saya istrinya." Jawab Anita cepat. Dokter Aldi mengangkat satu alisnya heran. Namun dengan cepat dia mengendalikan ekspresinya kembali. Pikiran negatif tentang Anita langsung muncul di kepalanya. Karena dia terlalu muda

