Anita kembali berkutat dengan dokumen-dokumen setelah Melisa pulang. Ini baru hari pertamanya bekerja, namun lerernya serasa sudah mau patah karena terlalu lama membaca. "Mau saya buatkan kopi, Nyonya?" Tanya Evan yang melihat Anita sudah kelelahan. Anita melihat tumpukan file di depan meja Evan. Pekerjaannya sama banyaknya dengan milik Anita. Tidak mungkin dia menyuruh Evan membuat kopi. "Biasanya siapa yang bertugas membuatkan minuman untuk pak Abraham?" Tanya Anita. Tidak mungkin kan perusahaan sebesar ini tidak memiliki office girl atau boy? "Biasanya Ratih yang suka membuatkan minum, Nyonya." Jawab Evan. Anita mengernyitkan keningnya. Dari pertama bertemu Ratih sudah memberi kesan negatif. Dia tidak hanya menempel pada Evan, tapi ternyata juga mencari muka pada pak Abraham. "Apa

