Di Hari Pernikahan

1111 Words
Dalam kurun waktu yang sangat singkat untuk menyiapkan pesta pernikahan kami kini waktu sakral yang di tunggu telah hadir di depan mata. Walau sebelumnya Bella dan Gared memiliki banyak perdebatan menjelang pernikahan. "Honey bagaimana kalau kita buat pesta dengan konsep family? kita hanya perlu mengundang keluarga dan teman dekat saja, kita tidak perlu membuat pesta yang besar," ujar Gared tentang konsep pernikahaan kita nanti. "No Honey, aku ingin membuat pesta besar yang indah. Pernikahan ini hanya akan sekali seumur hidupku, jadi aku ingin sesuatu hal yang spesial untuk pernikahan kita," tolak Bella karna baginya pernikahan ini hanya akan di lakukannya sekali seumur hidupnya dan lagi pula Bella sebatang kara hidup di dunia ini, untuk menghibur rasa sedihnya karna kedua orangtuanya sudah tidak dapat hadir di hari bahagianya Bella ingin membuat pesta pernikahan yang besar nan mewah. Tak ingin larut-larut dalam perdebatan yang hanya akan membuat keadaan semakin keruh Gared pun akhirnya menuruti semua keinginan Calon istrinya. "Baiklah Honey terserah kau saja yang penting kau nyaman dan bahagia di hari spesial kita nanti." Mendengar Calon suaminya yang akhirnya pasrah dengan keinginannya Bella merasa senang dan semakin jatuh cinta dengan Gared. Pasalnya lelaki yang sangat Bella cintai itu selalu mengalah dalam perdebatan kecil yang sering terjadi asal wanita yg di cintainya nyaman dan bahagia. Tiba di hari bahagia Dengan perasaan yang bergemuruh Bella berjalan menuju altar pelaminan, sekuat perasaan agar airmata tidak jatuh ke pipi mengingat Ayah dan Ibu Bella yang sudah tiada. "Ayah Ibu,berkati pernikahan Putrimu dengan kebahagiaan dari surga," gumam Bella dalam hati. Semua mata tertuju pada kecantikan mempelai Wanita yang terukir indah bak dewi. Karna keseharian Bella yang sederhana selalu tampil tanpa make up membuat penampilan Wanita itu tampak sangat jauh berbeda hari ini. Dengan gaun berwarna putih gading yang tampak serasi dengan warna kulit Bella. Perlahan tapi pasti langkah Bella semakin percaya diri seiring genggaman erat dari Uncle Ronan. Bella yang sebatang kara tidak memiliki siapa pun memilih Uncle Ronan sebagai pendampingnya berjalan menuju altar, karna bagi Bella hanya Uncle Ronan dan Alice sahabatnya yang dia kenal dan sudah Bella anggap sebagai keluarga. Dengan mata yang hampir tidak berkedip Gared menyambut kedatangan mempelai wanitanya. "Kau semakin terlihat sangat cantik Honey," puji Gared sembari mencium jemari Bella "Kau pun selalu tampan Honey," timpal Bella memuji calon suaminya. "Saya mengambil engkau Bella menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita dan inilah janji setiaku yang tulus." Gared mengucap janji suci pernikahan yang kemudian di lanjutkan dengan Bella. "Saya menerima engkau Gared menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita dan inilah janji setiaku yang tulus." Usai saling mengucap janji suci Bella dan Gared di nyatakan sudah resmi sebagai suami istri lalu saling berciuman. Pesta pora kebahagian pernikahan Bella masih berlanjut hingga malam hari. Gaun malam berwarna hitam glamour dengan belahan d*da yang sedikit ke bawah di tambah bentuk b*kong yang padat berisi membuat bella memancarkan aura sexy yang selama ini ia sembunyikan. "Wowww, you so s*xy baby," teriak salah satu tamu undangan. Tangan hangat Gared memeluk pinggang Bella berdansa mengikuti alunan musik, begitu pun dengan tamu undangan menikmati pesta malam ini berdansa dengan pasangan masing-masing. Tanpa Bella sadari, ada dua orang di tempat berbeda yang nampak murung di acara pesta malam itu yang lebih memilih pergi dari pesta. * Rasa lelah mulai terasa di sekujur tubuh usai bella benar-benar mengakhiri pesta dan kembali ke kamar hotel. "Honey, aku ingin mandi lebih dulu,tubuhku sangat lelah dan berkeringat dan itu membuatku sangat tidak nyaman." "Sebaiknya berendamlah di air hangat Honey, itu akan membuatmu relax dan meredakan rasa lelahmu. Dan aku tidak akan mengganggumu untuk malam ini," saut Gared dengan kerlingan mata yang wanita itu tau apa maksud dengan tidak menggangguku. Aroma lavender kesukaan Bella meyeruak menyebar ke penjuru kamar mandi, menenangkan pikiran dan otot-otot di sekujur tubuh wanita itu yang sudah bekerja keras lebih dari biasanya. Setelah ritual mandi dan berendam cukup lama Bella keluar dan mencari keberadaan suaminya Gared. "Di mana dia? apa Gared bosan menungguku mandi terlalu lama lalu pergi keluar?" gumam Bella bertanya-tanya. Tanpa rasa curiga sedikit pun Bella tetap menunggu lelaki yang baru saja berstatus menjadi suaminya itu kembali. Sudah berulang kali bella mencoba menelpon dan mengirim pesan pada Gared namun tak ada satu pun yang di angkat maupun di balas, di situlah Bella mulai merasa khawatir dengan keadaan Gared. Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi rasa kantuk dan lelah yang mendera sudah tidak Bella hiraukan, dia menuju resepsionis menanyakan keberadaan Gared yang hasilnya nihil, "Sejak Dua jam yang lalu setelah pesta selesai sudah tidak ada tamu yang keluar ataupun masuk Nyonya, mungkin suami anda masih di sekitar penginapan ini," ujar petugas Resepsionis Merasa sangat frustasi Bella memutuskan untuk kembali ke kamar, namun sebelum tiba di kamarnya, Bella di kejutan oleh sosok Jacob dalam keadaan mabuk berat, yang sedang di bantu oleh security. Tak ingin ikut campur perihal Jacob, wanita itu bergegas memasuki kamarnya yang langsung terkejut saat melihat ternyata Gared sudah berada di kamar dengan wajah yang sangat lelah lebih dari terakhir yg Bella lihat. "Oh honey, dari mana saja kau tadi? kau membuatku sangat khawatir. Kau pergi tanpa mengabariku apapun, ku kira tega meninggalkanku setelah pesta pernikahan kita," ujar Bella dengan menangis sesenggukan namun ada perasaan lega suaminya telah kembali. "Maafkan aku honey tadi aku pergi menemui rekan kerjaku yang kebetulan juga menginap di sini. Sebaiknya kita langsung tidur aku sangat lelah dan kau pun sebaliknya maaf sudah membuatmu khawatir," kilah Gared memberi alasan kemana ia pergi menghilang. Keduanya pun tertidur lelap dalam waktu sekejap hingga menjelang siang. Sinar matahari yang menyelinap masuk melalui sela-sela korden membuat Bella menyipitkan mata lalu terbangun. Melihat jam sudah lewat dari jam makan siang begitu pula perut Bella yang terasa sangat lapar. Mencoba turun dari ranjang perlahan agar tidak membangunkan Gared, sekilas melihat wajah Pria di sampingnya tertidur lelap membuat hati Bella merasa senang karna pada akhirnya pria yang sangat ia cintai kini resmi menjadi suaminya dan Bella juga merasa sedih karna malam yang seharusnya menjadi ritual malam pertamanya gagal total. "Sebaiknya aku masak makan siang sebelum Gared bangun dan meminta haknya," gumam wanita itu yang masih memikirkan malam pertamanya yang tertunda. Bella bingung harus memasak apa, sebab ini adalah pertama kalinya dia memasak untuk Gared. Sedangkan bahan-bahan yang tersedia sangat terbatas. "Baiklah, aku akan membuat masakan yang simple untuk sarapan," gumamnya lalu mulai mengolah semua bahan yang ada.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD