29. Suatu Hal yang Terencana

1107 Words

Arash menegang, begitu juga dengan Lamda. Tidak ada pembicaraan apa pun saat mereka mengikuti Dax menuju kediaman Trias. Semua sibuk dengan pikiran masing-masing. Tidak ada yang percaya kepala suku mereka akan pergi secepat itu. Ada banyak pertanyaan di kepala Arash, tapi dibatalkannya karena melihat wajah tegang ayahnya. Arash memang sudah pernah memikirkan jika suatu hari hal itu akan terjadi. Trias yang semakin melemah terlihat tidak tertolong lagi kecuali jika dia mendapat energi tambahan dari pasangan takdirnya. Tapi semua itu tidak mungkin terjadi karena Trias tidak memiliki pasangan takdir semenjak istrinya dibunuh oleh suku Oro. "Aku baru saja sampai di kediaman Yang Mulia dan akan memasuki kamarnya saat salah seorang baysia dengan terburu keluar dari kamar Yang Mulia dan membe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD