"Kau tertarik dengan adikku?" tanya Abie tiba-tiba. Saat itu Nayma baru saja berlalu setelah mengantarkan sarapan mereka. Arash yang mendengarnya mendadak salah tingkah. "Jujur saja, aku sering melihatmu diam-diam menatap adikku," goda Abie sambil terkekeh. Arash semakin salah tingkah, dia tidak tahu ternyata selama ini tingkah lakunya sering diperhatikan oleh Abie. "Adikku gadis yang baik. Selama ini tidak pernah ada satu pemuda pun yang terlihat dengannya. Selain karena ayahku yang sangat menjaganya, dia juga nampak tidak peduli dengan lelaki," kata Arash melanjutkan ucapannya. Arash terdiam, menunggu Abie menyelesaikan kalimatnya. Padahal kenyataannya dia ingin sekali menyelami pikiran lelaki itu dan membaca apa yang sedang dipikirkannya. Tapi perjanjiannya dengan Nayma membuat Arash

