Chapter 21 ( Cia Semakin Kritis)

1389 Words

Empat jam lamanya operasi berlangsung dan hari mulai beranjak sore. Alya masih belum ingin beranjak dari tempatnya tadi. Sementara Bastian dan Al yang masih bingung hanya ikut menunggu. Sampai lampu ruang operasi mati dan pintu pun terbuka. Alya langsung berlari mengejar dokter yang keluar. "Bagaimana kakak saya dokter?" "Kakak?" Al membeo. "Kakak kamu dalam kondisi kritis. Ia kehilangan banyak darah. Benturan di kepalanya juga belum bisa dipastikan. Tunggu mara kritisnya lewat baru bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan. Untuk yang lainnya, kakak kamu mengalami retak pada tulang kakinya namun tak terlalu bahaya. Selebihnya, kita harus menunggu masa kritisnya berlalu. Sementara itu pasien akan dipindahkan ke ruang rawat. Silahkan diurus administrasinya." Pinta dokter laki-laki tersebut. A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD