Chapter 22 ( Respon Cia )

1562 Words

"gimana Cia Al?" Al berdiri saat mendengar suara Bastian. Di belakang ayahnya ada Alya dan bundanya mengekori. "Masih di dalam Yah. Sedang ditangani dokter. Cia sempat henti jantung." Ucap Al membuat Ara menutup mulutnya syok. "Henti jantung?" Ulang Ara. "Iya Bun. Dan sekarang dokter sedang di dalam menangani. Walaupun detak jantungnya sudah kembali, namun masih kritis, bahkan lebih kritis dari sebelumnya." "Ya Tuhan, Malang sekali nasibmu nak." Gumam Ara. Alya menatap Ari yang masih tertunduk duduk di kursi tunggu. Ia berjalan mendekati Ari dan duduk di selebah Ari. "Nggak apa-apa kak. Cia pasti akan baik-baik saja kok." Ari tak menjawab. Ia masih fokus menunduk bahkan tak melihat Alya sedikitpun. Hal itu cukup membuat Alya sedih, namun ia ke sini bukan untuk sedih-sedihan, tapi unt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD