"Gimana dokter?" Ari menatap lamat wajah dokter laki-laki tersebut setelah ia selesai bertanya. "Alhamdulillah perkembangan yang ditunjukkan oleh Cia sudah sangat jauh bertambah. Kondisi Cia semakin lama semakin stabil. Walaupun Cia belum sadar, namun respon sarafnya sangat baik. Kita tinggal menunggu Cia sadar saja. Jika Cia terus menunjukkan hasil baik seperti ini, kemungkinan besok atau lusa, Cia sudah sadar." Bagaikan mendapatkan angin surga, Ari dan Al tampak begitu senang. Apalagi Ari. Pria itu seketika terlihat cerah. "Alhamdulillah. Terima kasih dokter." Ucap Ari penuh semangat. "Sama-sama. Sering-sering ajak Cia bicara ya." Nasehat dokter tersebut sebelum keluar dari ruang rawat. Sepeninggalan dokter Wisnu, Ari langsung berjalan mendekati Cia, duduk di posisi Al duduk tadi.

