Chapter 24

1932 Words

ARI, BURUAN KE RUANGAN CIA, CIA SUDAH SADAR. kalimat itu yang membuat langkah Ari jadi tak beraturan. Ia berlari sekencang yang ia bisa saat pesan singkat dari Al menghentikan kegiatan makannya. Rasa lelah yang tadi sangat menyerang tubuhnya mendadak hilang tak bersisa. Braakk! Pintu kamar rawat Cia terbuka secara paksa. Al bisa melihat Ari yang sedang ngos-ngosan. "Cia?" Ari berlari ke arah Cia dan langsung memeluk adiknya itu penuh kehangatan. Ia melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Cia, "Kamu ingat Abang kan?" Tanya Ari masih belum percaya dengan apa yang ia lihat. Cia mengangguk, "Bang Ari." Jawab Cia lemas. Adiknya yang tadi masih menggunakan alat bantu nafas, kini alat tersebut sudah teronggok di samping Cia dalam keadaan mati. Suara menakutkan dari ventilator kini sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD