Bayang - Bayang Pecah Masa Lalu

2122 Words

Hujan masih turun rintik-rintik ketika upacara pemakaman berakhir. Para pelayat yang tak seberapa mulai membubarkan diri, meninggalkan Raymond seorang diri yang berdiri tegak di depan nisan Alicia. Sepanjang pemakaman, Raymond tidak sekali pun menyapa atau melihat ke arah Elena. Sejak mereka tiba, hingga saat terakhir ketika bunga terakhir diletakkan di atas nisan, Raymond tetap membisu, seolah Elena tidak ada di sana. Saat ini, sudah cukup lama Elena berdiri tidak jauh dari Raymond dengan raut wajah penuh harap, dan terus menatapnya, namun, jangankan menengok, tak sekalipun Raymond melirik ke arahnya, meski Elena yakin, Raymond tahu kehadirannya. Sikap dingin Raymond seperti pedang tajam yang menusuk hati Elena. Dia mengepalkan tangan, mencoba menahan air mata yang hampir tumpah. "Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD