Bab 23 - Merajuknya Alya

1116 Words

Barra memijat tengkuknya begitu memasuki ruang kerja. Namun wajahnya langsung menegang ketika melihat Alya duduk di sofa dengan ekspresi penuh keluhan. Tasnya sengaja diletakkan mencolok di atas meja tamu. Seolah menandai kekesalannya. “Kamu beneran nggak jemput aku lagi, Mas?” ujar Alya dengan nada tersinggung begitu Barra masuk. Barra menghela napas pelan. “Alya… Aku sudah bilang. Pagi ini aku buru-buru.” Alya berdiri, mendekat, bibirnya merengut. “Buru-buru sampai nggak sempat telepon? Chat pun nggak. Kamu berubah, Mas.” Barra mencoba menahan diri. Ia tahu kalau ia membantah, hari ini tidak akan berjalan tenang. “Maaf,” ujarnya akhirnya. “Aku memang seharian ini kebanyakan pikiran.” Alya melipat tangan, matanya berair kecil. Senjata andalannya. “Kamu masih sayang aku, kan? A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD