Pagi itu, aku mulai bekerja di proyek baru. Hanya ada aku dan beberapa sopir truk yang lalu lalang mengangkut pasir. Sesekali penghuni lokalisasi lewat memberi pemandangan lain. Mereka tampak berbeda ketika siang hari. Tanpa make up juga pakaian seksi. Sebuah motor matic berhenti di pinggir jalan. Entah siapa, dia melambai ke arahku. Wanita berjaket jeans itu memakai masker penutup mulut. Dari model rambutnya, sepertinya itu Linda. "Mas Dirga," panggilnya. Tak lama, ia melepas helm dan maskernya. Benar, itu Linda. Aku hanya mengulas senyum seperlunya. Linda berlari mendekat ke arahku. Dia sedikit kesusahan karena tanah pasir yang mudah luruh. Akhirnya, kuputuskan mendatanginya. Linda tampak berbeda. Celana jeans juga kaos kasualnya terlihat lebih sopan. "Kerja di sini?" tanyanya. "Iy

