Linda menatap foto yang ada di sana dengan saksama. Wanita lantas menutupnya dan mengembalikan dompet itu kepadaku. “Itu tadi … pacarmu, Mas?” tanyanya ragu. Aku tersenyum getir sebelum menyahut pertanyaan Linda. “Iya, dulu. Sekarang aku ndak tahu dia di mana?” Wanita itu terdiam. Dia menatapku dengan iba sampai akhirnya, Linda melempar ucapan. “Kalau kamu mau cerita, aku bisa dengerin, Mas,” katanya. Dia lantas melongok ke arah lorong dan berteriak untuk memesan minuman untukku dan dia sendiri. Aku lantas mengambil duduk di sana dan menyalakan rokok sebagai teman menjabarkan kisahku dan Kinan. Akhirnya, kuceritakan semua detailnya kepada Linda. Semua yang terjadi denganku dan Kinan, juga hubungan kami yang akhirnya harus berakhir tanpa penyelesaian. Kuembuskan asap rokok ke langi

