Aku ingat pertama kali bertemu dengan Moko pada saat melihat pohon tua didesa. Aku mengira kalau dia adalah seorang yang galak dan tidak suka dengan kehadiranku. Terlebih lagi setelah perkataannya malam itu ketika aku memandangi pohon itu dari rumah. Tapi ternyata aku salah mengerti dengan maksudnya. Pada saat itu hari mulai malam dan suhu udara terasa dingin ketika aku dan Marvell hendak menyeberangi sungai itu. Dengan keadaan bingung kami terjun ke sungai tersebut. “Ayo! Kita harus bergegas menyeberangi sungai ini sebelum malam tiba”, kataku kepada Marvell yang berlari didepanku. “Kau benar Joss, akan sangat menyiksa apabila berenang dengan cuaca sedingin ini saat malam hari”,katanya kepadaku dengan nafas terengah - engah. Saat menyentuh air sungai itu seperti masuk kekolam berisi bo

