Tatkala aku mau pergi ketempat Marvell, terdengar dari kejauhan suara seperti raungan serigala bersaut - sautan dalam jumlah banyak. Langit yang tadi cerah berubah menjadi gelap seperti pertanda mau datang hujan yang sangat lebat. Aku melihat orang - orang disekitarku yang selamat dari kebakaran kini menjadi bingung dan melihat satu sama lain. Namun aku mengetahui akan adanya bahaya yang datang mendekat dari segala arah. Jantungku kembali berdegup kencang, lututku bergetar seakan tak bisa menyembunyikan rasa takut akan kematian. Berdiam disini sama saja dengan menunggu kematian pikirku. Dari kejauhan terdengar suara seseorang yang berteriak sambil berlari terengah - engah. “Lari,lari,Lari”, katanya dengan susah payah seperti sedang dikejar oleh sesuatu. “Ada serigala, larilah! Selama

