Wanita itu tertidur pulas dalam pelukanku, pada akhirnya aku tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya. Suara lembutnya, tatapan matanya yang meminta, membuatku hilang kendali. Jika dikatakan aku melakukannya tanpa cinta, ini tidak benar sepenuhnya. Aku melakukannya dengan hatiku, bukan hanya nafsu semata. Syifa sudah menjadi milikku sepenuhnya, dia tak sama lagi seperti sebelum aku nikahi. Aku tak boleh menyakitinya dengan mengikuti kemauan Carissa. Mungkin Mama bisa membantuku untuk membujuk Papa agar tidak memaksaku meneruskan hubungan dengan Carissa. Setelah itu, aku akan membujuk Carissa, meyakinkan dirinya kalau aku memang sudah menikah. Kukecup kening pemilik mata yang terpejam itu, badannya bergerak sebentar seakan terusik, lalu kembali tenang dengan senyum samar di wajah.

