Pandangan seluruh murid disekolah ini terpusat pada satu titik dimana gadis itu terus melangkah dengan tatapan yang bingung. “Lihat deh, dia masih punya muka buat datang kesini.” “Urat malunya udah putus kali ya..” “Cantik. Tapi sayang haram hahahahahah..” “Kok dia nggak ada malunya sama sekali sih.” Gadis itu mengerutkan dahinya ketika bisikan-bisikan itu memasuki gendang telinganya sepanjang ia melangkahkan kakinya menyusuri koridor sekolah ini. Gadis itu bertanya-tanya siapa yang mereka maksud itu? Apa mungkin…. itu dirinya? Azkia, gadis itu terus melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang berada diujung koridor. Azkia mencoba untuk mengabaikan ucapan-ucapan siswi-siswi itu. Bersikap seperti biasa saja. Sesampainya dikelas ia disambut dengan ber

