"Bagaimana menurut Dokter Ella dan Pak Ardi?" Dokter Edmoon mengulangi pertanyaannya karena baik Ella ataupun Ardi tidak ada yang bersuara setelah beberapa saat berlalu. "Kita bisa saja menunggu sedikit lebih lama lagi, atau mengambil tindakan saat ini juga." Lanjut Edmoon lirih karena rasa simpati kepada kedua kliennya. Baik Ella dan Ardi tetap tidak bisa untuk menjawab. Terasa sangat kering dan keluh tenggorakan mereka berdua. Tak sanggup untuk mengucap kata untuk memilih. Padahal hanya ada dua pilihan untuk mereka, tinggal pilih yang pertama atau yang kedua. Tapi nyatanya, sangat sulit untuk membuat suatu keputusan. Jika diruntut satu-persatu, pilihan pertama mungkin lebih halus bahasanya. Menunggu sedikit lebih lama, selama apa? Sampai kapan harus menunggu? Apa tidak akan berbahaya

