"Maaf ... " Hanya permintaan maaf yang sekali lagi dapat terucap dari mulut Dono. Ardi terdiam selama beberapa saat untuk mengamati pria muda yang terlihat sangat menyedihkan di hadapannya. Sebagai seorang pimpinan group perusahaan sebesar Pradana, dia sudah sering mendengar ucapan maaf dari para anak buahnya setelah melakukan kesalahan. "Saya minta maaf, Pak Ardi ..." Dono kembali memohon kelapangan hati Ardi untuk sudi memaafkan dirinya. "Saya akan menerima apapun hukuman dari Bapak. Tapi saya mohon jangan jebloskan saya ke dalam penjara." "Saya masih belum menikah, Pak. Dan saya juga masih mempunyai orang tua serta adik-adik yang masih kecil di kampung halaman. Kalau saya sampai masuk penjara bagaimana nasib mereka?" Dono terus berkata dengan nada memelas. Sangat ketakutan untuk b

