80

1127 Words

Suamiku hanya menggeleng saat dia mendengarkan betapa ketusnya putri bungsu kami kepada kakak tirinya. Tak banyak yang bisa kami katakan kepada Reno karena kami harus menyusul ke ruang administrasi untuk melakukan pembayaran. Aku dan suamiku menaiki tangga meninggalkan pemuda yang masih berdiri dan menatap kami, mungkin dengan berjuta rasa dalam hatinya. "Setelah bertemu dengan kakakmu Apa kau yakin akan tetap berkuliah di sini tanya Mas Rusdi kepada Felicia yang akan bersiap memasuki ruang ujian." "Aku beda angkatan dengannya Bi. Aku tetap ingin kuliah, lagi pula dia bukan dosennya." "Baiklah Abi pendukungmu tapi ya bisa tapi ingin kau memikirkan kenyamanan dan privasimu." "Tidak tenang saja, aku tidak memperdulikannya, kehadirannya sama sekali tidak menggangguku." Kami berbicara de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD