Tidak berhenti sampai di situ, kami yang baru saja ingin beranjak pergi dan menghindari pertengkaran dengan yang malah dihadang oleh wanita itu, perdebatan yang terjadi mulai memicu perhatian orang-orang yang ada di sekitar kami, sehingga mereka pun sedikit demi sedikit memperhatikan dan membuatku malu. "Kau tidak ingat bahwa aku menyayangimu selama 20 tahun dan memperlakukanmu lebih dari anak kandung bahkan menantu menantu yang lain. Aku melindungi dan selalu membelamu, aku memberimu tempat terbaik dalam keluarga dan rumahku. Aku nikahkan engkau dengan putra kesayanganku tapi apa balasanmu?!" "Ibu... Saya juga berbakti kepada ibu dan menganggap engkau lebih daripada orang tuaku. Aku tidak pernah membantah ataupun melawan sekalipun ibu meminta sesuatu di saat aku sedang lelah dan sakit,

