Setelah aku bujuk dengan banyak cara akhirnya ketiga putra-putriku mau pergi melihat wanita yang telah menghina mereka di siang hari, lalu malam harinya dia mengharap kehadiran cucunya. Lucu sekaligus memalukan. "Kalau bukan karena Umi yang mendesak kami maka aku sama sekali tidak mau lagi bertemu dengan nenek. Aku tidak menyangka nenek yang tadinya begitu sayang dan lemah lembut berubah menjadi kasar dan mencela Umi sedemikian rupa." "Kebencian nenek kalian hanya kepada Umi bukan kepada kalian, jadi tolong jenguk dia dan tenangkan perasaannya. Mungkin hipertensinya kumat karena terlalu marah kepada umi siang tadi, jadi tolong jenguklah nenek kalian karena bagaimanapun tanpa dia kalian tidak akan hadir di dunia ini." Ketika anakku mendecak dan tidak setuju tapi mereka tidak punya pil

