86

1146 Words

Sepanjang jalan dari rumah sakit, semua orang membungkam di mobil, situasi seperti ini saya akan terulang kembali seperti ketika pertama kali aku bertemu dengan rima dan Reno, menegangkan, kelabu dan penuh kesedihan. Anak anak tak mau bicara, mereka hanya menatap sendu ke luar jendela. Aku ingat betul perkataan Mas Faisal sebelum kamu keluar dari ruang perawatan tadi, dia berteriak dan mengutuk anak-anak yang bersikap sombong karena merasa sudah punya ayah yang kaya. Menurutnya, anak-anak sudah durhaka, sementara di versi anak-anak, mereka hanya mencoba melindungi diri dari semua hujatan dan intiminasi keluarga Mas Faisal. "Apa kalian merasa bersalah?" Aku yang menggantikan Heri untuk menyetir membuka percakapan agar suasana di mobil tidak begitu hening. "Tentu, tapi itu pembalasan yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD