35

1103 Words

Kamu masuk ke dalam rumah mertua aku dengan perasaan canggung yang tidak terkira. Ada banyak sekali anggota keluarga dan kerabat serta tetangga dari ayah ibu mertua yang terkenal baik dan ramah kepada lingkungan di sekitarnya. Para iparku berkumpul bersama pasangan masing-masing juga lengkap dengan keponakan, melihatku datang mereka semua yang tadinya tertawa bahagia dan bercanda-canda langsung terdiam dan memperhatikan Mas Faisal beserta istrinya. Nampaknya aku mengerti Kalau mereka mulai merasa tak nyaman dan canggung sekali. "Assalamualaikum," ucapku dengan nada suara yang nyaris saja bergetar karena aku sendiri juga tidak tahu harus bagaimana dengan situasi ini. "Waalaikumsalam," ucap ayah mertua yang sedang duduk di sisi cucu kesayangannya, Siapa lagi kalau bukan pemuda tampan yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD