Bab 46

1160 Words

“Tubuhnya merespons, Paduka!” seru Tabib Xu dengan mata berbinar. Kaisar menarik napas gemetar, lalu menunduk mencium tangan Xin Yao dengan penuh rasa syukur. “Kau akan selamat, Xin Yao … aku janji akan menjaga hidupmu, apapun taruhannya.” “Yang Mulia, izinkan hamba mencoba sekali lagi. Ramuan ini sudah hamba tambah dengan dosis yang lebih tinggi agar bisa menahan racun di tubuh Nona Xin,” ucap Tabib Xu sambil menunduk. Kaisar yang duduk di sisi ranjang, menggenggam erat tangan Xin Yao. Jari-jarinya terasa dingin, membuat hatinya semakin teriris. “Baiklah… berikan padanya. Aku tidak peduli berapa kali harus mencoba. Asal dia bisa bertahan.” Dengan perlahan, Tabib Xu membantu menopang tubuh Xin Yao agar bisa minum. Kaisar sendiri menyuapkan sendok pertama. Cairan pahit itu masuk ke mul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD