Bab 45

1182 Words

Di dalam ruang istana yang dipenuhi aroma obat-obatan, suasana semakin mencekam. Lampu minyak bergoyang ditiup angin malam, bayangan di dinding tampak bergetar mengikuti kegelisahan semua orang di dalam ruangan itu. Xin Yao terbaring lemah di atas ranjang berhias sutra, wajahnya pucat seputih kertas, bibirnya nyaris tak berwarna. Nafasnya teramat tipis, nyaris tak terdengar. Tangannya yang dingin digenggam erat oleh Kaisar yang duduk di sampingnya, tubuh berjambang itu menunduk dengan mata berkaca-kaca. “Xin Yao… bangunlah,” bisiknya dengan suara serak. “Jangan tinggalkan aku…” Ia menoleh dengan cepat kepada Tabib Xu yang baru saja menurunkan tangannya dari pergelangan Xin Yao setelah memeriksa nadinya. “Tabib Xu, bagaimana keadaan Xin Yao?” suara Kaisar pecah, penuh kecemasan. Tabib

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD