Kami Siap Kalau Kalian Mengijinkan

589 Words
“ Aku mau bicara denganmu. “ Raisa menyela pelan dan meninggalkan ruangan. Luke mengikutinya lalu berdiri disamping Raisa dengan tangan tenggelam di saku celana. “ Harga dari jalan keluar yang kamu tawarkan terlalu mahal. “ Raisa berucap lirih setelah terdiam beberapa saat , “ Jessy sepupuku … . Sam sahabatku. Dan apa yang terjadi hari ini membuatku kehilangan muka dan keberanian untuk berdiri dihadapan keluargamu. “ Itu yang aku takutkan ……“ Kami semua tahu ini bukan salahmu. Kamu sama tidak tahunya dengan kami.” Sergah Luke. “ Kenyataan itu tidak mengurangi rasa bersalah dan rasa maluku. “ “ Kenyataannya keluargaku menginginkanmu . . Untuk aku. “ Luke menatap gadis yang mempermainkan jemarinya dengan gelisah , “ Cepat atau lambat kita akan digiring untuk bersama.“ Raisa menarik nafas panjang, Sam dan ibu serta kakek Sam pernah menyebut ini sekilas beberapa waktu lalu, kendati pembicaraan mendadak dialihkan saat melihatnya ketakutan ,” keluargamu dan aku akan berpikir ulang untuk itu.” Ujarnya. “ Bagaimana kalau kita balik urutannya, menikah dulu dan biarkan waktu yang menuntun kita. “ Luke mengabaikan ucapan Raisa. Raisa memejamkan mata mendengar lelaki ini menolak mendengar yang diucapkannya. “ Kamu punya pacar ?” Raisa menggeleng. “ Sedang dekat dengan seseorang ? “ Menggeleng lagi. “ Mencintai seseorang ?” Raisa mengangkat bahu. “ Jadi kita bisa belajar mencintai dari nol. “ tegas Luke ….. kalau mau jujur aku tidak berangkat dari nol … lanjutnya dalam hati. “ Tapi yang kamu tawarkan pernikahan, bukan sekedar pacaran. Nyaris tidak ada jalan untuk mundur saat kamu menyesalinya.” “ Aku tahu. Untuk seusiaku sudah saatnya menikah, aku sudah hampir tiga puluh lima. Tapi kamu sebenarnya masih punya waktu. “ Luke merasa dirinya begitu kejam , “ Semua terserah padamu, karena kalau kamu menerimanya … aku akan jadi yang pertama dan satu satunya bagimu. “ “ Dan bagimu ? “ Luke menghela nafas , “ Kamu pasti sudah dengar ceritanya. Kamu bukan yang pertama, tapi aku bisa katakan … setelah kita menikah kamu akan jadi satu satunya bagiku. “ ujarnya mantap. Raisa menghela nafas, setidaknya mereka bisa bicara dan komit untuk satu hal yang prinsip. Bukan cerita romantis yang diharapkan, tapi setidaknya mereka punya bekal untuk saling bicara. “ Dan kakek tidak harus merasa malu pada teman temannya ? “ Luke mengguman , “ Salah satunya itu. Selain bahwa Sam tidak akan kehilangan sahabatnya, dan ada beberapa alasan lain yang bisa kita bicarakan lain kali.“ diliriknya jam , “ Kita tidak punya banyak waktu lagi, para undangan sudah berkumpul. “ Raisa menghela nafas. Kalau ini bisa sedikit menebus kesalahan Jessy … dan kalau ini berarti aku tidak sepenuhnya kehilangan keluarga ini … “ Ya. “ Luke memutar tubuhnya sampai mereka berhadapan , “ Apa ?" Raisa menatap mata kelam itu dan tenggelam didalamnya , “ Ayo kita lakukan, selama Sam tidak keberatan kita menggantikan pestanya. “ Luke menarik Raisa kedalam pelukannya, mengusap punggung yang bergetar pelan saat gadis itu mencoba menguasai diri. Kehadiran gadis ini selalu membawa suasana yang menyenangkan di rumah orangtuanya. Dan selama beberapa tahun terakhir menghadirkan senyum dan rasa nyaman baginya, kendati gadis ini selalu menjaga jarak dengannya. “ Sudah waktunya.” Raisa menjauhkan diri. Dan Luke tidak bisa menahan rasa kagumnya. Butuh kedewasaan dan keberanian untuk membicarakan hal seperti ini dengan tenang, terlebih untuk membuat keputusan yang akan mengikat mereka berdua selamanya … . “ Ayo . … “ Luke meraih tangan yang dingin bagai es itu, meremasnya pelan sambil melangkah memasuki ruangan , “ Kami siap kalau kalian semua mengijinkan. “
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD