Chapter 26

1783 Words

Minggu, London, Inggris. Pada pukul 3.15 pagi, Krystal duduk di sofa usangnya dengan televisi yang menyala dan menampilkan jalannya Australian Grand Prix. Ia tak bisa tidur sejak sore, entah mengapa matanya terasa licin dan tak mau menutup meski sudah dipaksakan. Bahkan pikirannya terasa tidak fokus semenjak pulang dari Italia hari senin lalu. Malam ini pun ia menyalakan televisi dan mengecek balapan yang disiarkan secara langsung dari Melbourne, Australia, yang terpaut waktu 11 jam lebih awal dari waktu London. Selama jalannya balapan, Krystal tak hentinya meremas kedua tangannya melihat balapan sengit antara Dionte dan Ben yang memanas dan puncaknya di last lap ketika Ben overtake dengan menyenggol ban depan dan sayap kanan mobil Dionte hingga terbanting ke luar dari lintasan. Melihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD