Minggu 19.15, Melbourne, Australia Semua orang dalam tim Dionte baru saja selesai membereskan semua perlengkapan dan mobil mereka. Disaat semua orang beristirahat dan bersiap kembali ke hotel mereka, Dionte sendiri terus diam tanpa mengatakan apa pun sambil memandang semua mekanis selesai membereskan mobilnya. Sebuah paper bag terulur di hadapannya dan Dionte meliriknya dengan sekilas. “Makanlah, kau belum makan apa pun.” “Kau sudah pesankan tiket ke London?” tanya Dionte, menoleh pada Enric yang duduk di sampingnya. “Tak ada penerbangan malam ini. Kau harus menunggu besok. Kita kembali ke hotel sekarang.” Dionte mengangguk kecil. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding, memandang semua orang yang masih membereskan peralatan mereka. “Tunggu sebentar,” jawabnya. Keadaan dintara Dionte da

