Dionte menatap bibir merah Krystal yang nampak penuh dan cemberut, ia pun semakin mendekatkan wajahnya dan memagut bibir itu dalam sekaligus, membuat Krystal terkejut dan tak melakukan apa pun. merasa tak ada penolakan, Dionte menggerakkan bibirnya untuk merasakan bibir halus dan kenyal itu. tangannya menarik leher Krystal untuk memperdalam ciumannya, tapi setelah beberapa detik Krystal memberontak sambil mendorong dadanya. Dionte menyusupkan lidahnya melewati bibir Krystal yang terus menolaknya, ia mencubit pinggang Krystal hingga wanita itu mendesah dan membuka mulutnya, menerobos mulutnya dengan lidahnya. Bibir halus dan lembut itu seperti tak pernah disentuh pria mana pun, rasanya lebih manis dan menggairahkan daripada lima tahun yang lalu. Ketika Dionte terlena dengan ciumannya send

