Krystal dan Dio melambaikan tangan mereka pada Ren yang telah mengantar mereka, sampai mobil pria itu menjauh dan menghilang diantara mobil-mobil lainnya, dan mereka nampak bagai keluarga muda yang bahagia. Sambil memeluk dus dengan satu tangan, Krystal menggenggam tangan Dio dengan tangan lainnya dan membawa sang putra untuk mendekati gerbang sekolahnya. “Selamat pagi, Miss Louis,” sapa guru perempuan Dio. “Selamat pagi!” balas Krystal dengan ramah. Dengan wajah cerah dan senyum agak lebar, Krystal mendekati wanita itu dan menunjukan isi dari dus di tangannya, yang membuat sang guru pun terkejut melihatnya. “Apa maksudnya ini?” tanya guru Dio. “Ini bisnis kecil. Saya mengenal seorang teman, dia mengirimkan ini untuk dijual oleh saya. Ini semua barang bagus dan original, tentu saja har

