Satya memacu langkah agak tergesa pagi ini. Menelusuri lorong rumah sakit, tujuannya menjenguk Marissa sejenak sebelum lelaki itu menginjakkan kakinya di kantor. Agak berat hati sebanarnya hari ini tidak bisa menunggui Rissa. "Satya..." Sebuah panggilan memelankan langkah Satya. Suara yang tak asing namun sudah lumayan lama tak terdengar. Memaku langkah dan menoleh sejenak pada si empunya suara. Dilihatnya seseorang tersebut menyunggingkan senyum ke arahnya dan Satya pun membalas dengan ulasan tipis di bibirnya. "Kinanti. Mau ke mana?" tanya lelaki itu pada Kinan. Gadis yang menyapa Satya pagi ini di koridor menuju ruang rawat inap Marissa. Satya menilik sekilas jam yang melingkari tangannya. Jarum mengarah ke pukul enam lebih seperempat menit. Satya tadi sengaja berangkat lebih aw

