Satya memandang lekat sederet foto yang ada di galery iphone-nya. Menggeser satu persatu slide dan menyimak gambar dirinya serta Kirana. Foto saat acara lamaran hampir sebulan yang lalu. Foto yang belum sempat ia cetak, dan tidak akan pernah ia cetak menjadi lembaran kertas. Hati Satya sudah bertekad dan yakin akan menghapus seluruh memory tentang Kirana. Semua barang pemberian gadis itu yang tersimpan rapi dalam lemari, sudah dipindahkan oleh Satya. Semua ia enyahkan, dari mulai barang-barang kecil seperti parfume, gantungan kunci, hingga baju, kaos serta sepatu pemberian Kirana, dia singkirkan. Satya memang tidak bisa menghapus memory dalam otaknya, tapi setidaknya itu bisa membantu meringankan pikiran atas Kiran. Lagipula Satya malah kepikiran dengan Marissa, pasti dia akan sakit hati

