Bab. 14

1989 Words

Ketika Hati Memilih (14) "Ibu pesan cucu, Rissa sayang." ucapan Satya sontak membiaskan gurat merah di kedua pipi Rissa. Kata-kata frontal suaminya kembali membuat gadis itu salah tingkah. "Mas, jangan mulai ya. Lebih baik Mas cepat-cepat bersiap, nanti Mas terlambat lho!" balas Rissa. Tangan gadis itu sibuk memilih kemeja untuk Satya. Tak berani mengangkat pandangan ke arah lelaki yang kini berdiri tepat di sebelahnya. Bisa-bisa Rissa makin bertambah gugup. "Mas mau cuti saja hari ini." "Hah? Mas jangan bercanda, kalau nggak ada kepentingan nggak usah cuti." "Tapi Mas memang sedang ada kepentingan mendadak Sayang." "Apa memangnya Mas?" "Membuatkan pesanan ibu, Sayang." Satya tertawa lepas usai berhasil menggoda Rissa. Menjaili isterinya saat ini sepertinya menjadi hobi baru bag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD