Rasa nyaman, hangat, serta perhatian menyerbak memenuhi setiap sudut hati Rissa. Ikrar cinta, dan sifat lembut lelaki itu benar-benar menjadi candu untuknya. Dia yang tadinya bukan siapa-siapa, yang asing, tidak dikenal, diam-diam, Tuhan mengirim masuk ke dalam hidupnya. Rasa canggung, cemas, serta takut yang awalnya melingkupi lapisan jiwanya, kini perlahan menguap, berganti rasa tenang. Gadis itu menyepuh senyuman manis, teringat setiap bait cinta yang dilontarkan sang suami. Hujan rayuan serta kata-kata gombal nan puitis masih terngiang di otak Rissa. Allah, begitu indahnya melukis sebuah rasa bernama cinta. Rissa seakan tak mau berhenti merapal syukur dalam hati, atas karunia cinta yang dilimpahkan lewat suaminya. Kegusaran hati akan kepergian seseorang di masa lalu, terasa terobati. B

