Bagian 25

1152 Words

Violin menatap sendu putra yang sedang berbaring lemah di hadapannya. Suara mesin EKG menjadi pengiring Violin saat memasuki ruangan tersebut. Sudah terhitung hampir lima tahun lama nya Gharsa tertidur panjang. Cowok itu terlalu betah beristirahat. "Sayang.. kamu lagi mimpi apa sampai tidur lama banget?" ucap Violin menatap Gharsa yang memejamkan matanya. "Nanti cerita ke mama ya, kamu bangun dulu. Ga kangen adik adik mu memang nya? Jevarra sendirian di rumah, dia kangen kamu." Violin menghela nafasnya. Selalu merasa sakit saat melihat keadaan Gharsa, anak pertama nya. Kejadian di masa lalu membuat Gharsa terbaring lemah di atas tempat tidur ini. Damoura datang ia langsung menghampiri sang mama. Rara mengusap lembut bahu sang mama berniat menguatkan. Padahal mereka sedang sama sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD