Radit meletakkan secangkir teh di depan Raisa yang sedang duduk sendirian di gazebo rumah mereka. Raisa yang sedang bermain game di ponsel langsung menoleh ke arah sang adik yang mengikutinya duduk di sana. Raisa meletakkan ponselnya lalu menatap Radit yang lumayan baik. Laki-laki dengan paras ganteng yang sering dikejar-kejar adik kelas itu tampak murung. Ah, beberapa hari ini Radit memang tidak seceria dulu. Laki-laki yang biasanya suka jahil dan mempunyai humor tinggi itu hanya bisa tersenyum tipis jika ada yang lucu. Tidak seperti dulu. Raisa menghela napas panjang lalu memegang tangan Radit. Walaupun mereka sering bertengkar karena masalah sepele, tapi Raisa tetaplah kakak yang peduli pada adiknya. Radit juga sering menghiburnya dan mungkin inilah waktunya untuk menghibur Radit balik

