Garuda mengelus kepala Raisa pelan ketika melihat istrinya yang berdiri sendirian di atas rooftop. Raisa yang tidak menyadari kehadiran Garuda sempat kaget sesaat. Perempuan itu sontak langsung memeluk Garuda dan tersenyum senang. Penantian Raisa seperti berakhir ketika Garuda berada di depannya dan membalas pelukannya. Raisa pikir, Garuda marah padanya. Lebih parahnya lagi tidak ingin menemuinya. Raisa takut kejadian ketika mereka pisah rumah itu terjadi lagi. Raisa menatap wajah Garuda yang tampak lelah dengan kedua kantung matanya yang kentara. Raisa hanya bisa memandangi wajah itu, merasa kasihan kepada Garuda karena terus bekerja keras. Raisa tidak tahu apa seorang tentara bisa berlibur dengan tenang—setidaknya sehari? Garuda selalu memikirkan tugasnya dan tak pernah mengabaikan pan

