BAB 5 - HIDUP ITU ANEH DAN SERBA TIBA-TIBA

963 Words
Mirza dan Fika sudah dikamar Hanan, mereka tiduran dibalik selimut, saling menatap tanpa sehelai benangpun ditubuh mereka. "ka ini apa sih maksudnya" Mirza mulai bertanya dengan gugup Fika menghela nafas dan mulai berkata lagi "Kamu tau Za gatau kenapa aku melakukakan ini, tapi yg mau aku bilang kenapa kamu cupu, karena aku tau kamu suka sama aku tapi kamu terlalu penakut sebagai lelaki untuk mengungkapkannya, akupun sadar dan menunggu kamu mengungkapkan tapi harus menunggu sampai sekarang kamu mau bilang, kamu cupu za...." kata2nya berhenti karena Fika mulai menangis "kenapa ka? kok nangis yaudah kita sudahi kelakuan kayak gininya..." Mirza melihat Fika menangis dan mencoba keluar dari selimut tapi ditahan tangan Fika. "tunggu, aku bilang kan diam dulu Za, aku belum selesai, tiduran lagii....hiks" Fika menyuruh Mirza untuk tiduran lagi. Mirza menuruti perkataan Fika dan kembali lagi tiduran. Mereka berdua tiduran didalam selimut dengan tanpa pakaian tapi tidak melakukan apapun, hanya terlentang tidur bersampingan dengan ditutupi selimut. dengab nada pelan dan lirih Fika mulai berbicara lagi "Za, aku sebenarnya trauma dengan kamar ini, aku pernah 2x datang kesini, pertama 2 thn lalu ketika papa nikah lagi dengan bu Ratna, aku datang karena aku diminta papa untuk datang" "yang kedua aku datang kesini ketika lebaran tahun lalu, aku sudah di Jakarta, pas mudik aku tidak pulang ke rumah mamah tapi pulang kesini, tapii.......hikss hikks" kata2 Fika terpotong karena tangisannya. Mirza tidak berkomentar dia hanya menunggu Fika tenang dan melanjutkan ceritanya, karena kalau dipotong takutnya mengehentikan momentnya. "tapi itu lebaran terburukkk yang pernah aku alami, *hikss hikkkss di kamar ini za, di kamar ini aku diperk**a oleh saudara tiriku sendiri, si bangs*t Hanan hikss hikssss" lanjut Fika diiringi tangisnya dan emosinya yg meledak. Mirza yg tadinya tanpa ekspresi kemudian kaget mendengar pengakuan dari Fika. "hah gimana ka?" Mirza yg kaget langsung bangun dan duduk seraya menatap tajam ke Fika yg masih tiduran dikasur, selimut tersingkap sampai perut, Mirza tidak sadar itu dan dia sudah tidak peduli lagi dengan situasi dia saat ini yang masih tanpa pakaian. "ishhh jgn bangun tiba2" gerutu Fika sambil menarik kembali selimut untuk menutupi bagian Dad* nya. "oh iya maaf" Mirza pun minta maaf dan kemudian menutup bagian bawah perutnya dengan tangan yg memang nampak terlihat jelas karena kagetnya Mirza barusan. "gimana sih ka maksudnya dan gimana kejadiannya trus apa hubungannya dengan yg sedang kita lakukan sekarang? aku jujur akward bgt dengan situasi ini" Mirza mulai melanjutkan kata2nya "tiduran lagi dan jangan banyak bertanya, tunggu sampai aku selesai cerita" Fika berkata sambil menunyuruh Mirza untuk kembali ke tempat semula. Mirza akhirnya berbaring lagi dan menutup tubuhnya dengan selimut lagi. "kejadianya detailnya aku blm bisa cerita Za, tapi karena hal itu aku trauma dan yg paling pertama aku ingat setelah kejadian itu, adalah kamu Za, ya kamu" Fika melanjutkan ceritanya. "kenapa aku ka?" Mirza mngerinyitkan dahinya randa heran. "aku tuh sempat berharap ada yang mau jagain aku, aku sempat ketika pemerkos**n itu berlangsung km datang seperti superman, memukul Hanan dan menyelamatkan aku, tapi Za, semua itu hanya khayalan aku, yg bisa aku lakukan hanya berontak walau tidak menghasilkan apa2, kamu tau maksudku kenapa kamu cupu dalam pandanganku? karena kamu tidak berani mengungkapkan aku jadi mengalami itu semua, harusnya aku bisa merasakan indahnya dicintai kamu andaikan kamu berani mengungkapkan perasaan kamu dari dulu..." Cerita Fika terhenti sejenak.. "aku sempat membenci kami, tidak mau dihubungi atau menjawab kamu, kamu ingat aku ga balas pesan2 kamj hampir 6 bulan, sampai akhirnya aku mulai sadar, itu semua bukan salah kamu tapi itu memang sudah jalan takdir aku jadi wanita tak berharga dan kotor dan aku tidak pantas dicintaiii Za...." hiks hikss hikss Fika mulai menangis lagi dan meneteskan air matanya. Mirza yg melihat itu spontan memeluk Fika, tangannya mengenai bagian da*a Fika tapi mereka berdua tidak peduli hal itu, Fika terus menangis dan Mirza memeluknya semakin erat.. "maafin aku ka, maafin aku yg tidak berani ini, maafin aku yg tidak hadir untuk kamu, maafin aku ka..." Mirza mulai ikut menangis. Meraka berdua akhirnya sama sama menangis, tapi kemudian Fika memiringkan tubuhnya dan mulai membalas pelukan Mirza, Fika merekatkan tubuhnya ke Badan Mirza dan dad* Fika bersentuhan Dad* Mirza, muka mereka yg penuh dengan air mata saling bertatapan dalam diam. "aku sayang kamu Za....aku sayang kamu" Fika berkata pelan ketika menatap Mirza. "aku juga ka, sangat sayang sama kamu, aku ga peduli masa lalu kamu gimana, tapi aku hanya ingin kamu ka.." Mirza membalas mesra. Mereka masih menatap beberapa saat hingga akhirnya satu sama lain saling mendekatkan wajah mereka dan bibir mereka saling bertemu. Kemesraan ini, rasa hangat yang seperti ini, merasa terlindungi yang seperti ini yang selalu Fika harapkan dan memang dari orang inilah Fika mengharapkan itu semua, sama seperti Mirza dia selalu berharap pada lelaki ini. Kejadiannya selanjutnya adalah moment yang pernah terjadi kepada Fika 1 tahun lalu, tapi tidak dalam keadaan terpaksa dan tidak dalam keadaan meronta-ronta, Fika bergerak dengan lihai, ke bawah, keatas, begitupun Mirza bergerak seperti sudah pernah melakukan, des*h*n dua insan yg dimabuk cinta ini mengisi ruang kamar itu. untuk Fika Mirza adalah yg kedua tapi dianggap yg pertama karena hanya dengan Mirza dia melakukannya dengan tidak terpaksa, sedangkan untuk Mirza ini adalah yang pertama. Untuk yang pertama kali mereka melakukannya dikamar, dua sejoli yang dimabuk cinta ini bahkan melakukannya lagi dan lagi sampai 4 kali, di rjang tengah, di dapur, di kamar mandj belakang. Mereka tidak takut melakukannya karena bu Ratna sedang ke sawah dan rumah itu jauh dari perkampungan lain, tepatnya berada ditengah pesawahan yang luas. Itu yg mereka pikir akan tetapi mereka tidak tahu jika ada sesosok manusia yang melihat mereka melakukan itu walau memang hanya sesaat dan langsung pergi lagi dan itu terjadi di kejadian yg pertama dikamar Hanan. "yah begitulah anak muda kalo sedang jatuh cinta" gumam si saksi mata yang sedang berjalan menjauh dari rumah itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD