Chapter 6

888 Words
Hari ini Jae-Hyun mengajak Naya ke tempat latihan the seven boys sekalian ingin memperkenalkan Naya ke member lainnya. "Kamu tunggu disini ya, aku akan memanggil hyungku. mungkin mereka sedang di ruang rapat," Ucap Jae-Hyun setelah membawa Naya masuk kedalam ruang latihan. "Iya," Sambil menunggu Jae-Hyun, Naya melihat lihat ruang latihan the seven boys. Sungguh baru pertama kali Naya datang ketempat latihan idolanya. iapun bahkan tak menyangka bisa disini. tak lama kemudian Jae-Hyun datang bersama member lainnya. "Hyung kenalin dia kekasihku. Namanya Naya," "Anyeonghaseo, Naya imnida," Sahut Naya memperkenalkan dirinya. (Halo, Saya Naya) "Halo Naya. Aku JoonWo" "Aku Seo-Jun. Kamu bisa memanggilku apa saja, panggil sayang juga boleh," Sahut Seo-Jun yang langsung mendapat jitakan dari Seok-Jung. "Jangan didengar Nay. Dia memang seperti itu. Oh iya kenalin aku YeonJin Member tertampan disini," "Jangan genit pada kekasihku!" Sahut Jae-Hyun kesal saat hyung nya mencoba menggoda Naya. Perkenalan pun di lanjut sampai semua member memperkenalkan dirinya masing masing. "Sebenarnya tanpa kalian memperkenalkan diri kalian Aku sudah kenal," Ucap Naya malu. "Oh iya Naya, Kita harus latihan sekarang," Sahut YeJoon. "Iya, Nay kamu gapapa kan aku tinggal latihan sebentar?" Tanya Jae-Hyun. "Gapapa kok. Aku bahkan senang bisa melihat kalian latihan," "Baiklah. Kamu duduk disini saja. Aku kesana dulu ya," Naya terus menatap kagum dengan apa yang ia lihat sekarang . bagaimana tidak, dia adalah orang yang beruntung bisa melihat the seven boys latihan langsung di ruangannya, terlebih lagi salah satu member dari mereka sekarang adalah kekasihnya. Latihan berjalan kurang lebih 3 jam. Melihat keringat membanjiri wajah Jae-Hyun, Naya pun langsung mengusap keringat kekasihnya itu dengan handuk kecil milik Jae-Hyun. Hal yang ia lakukan itu membuat member the seven boys lainnya yang melihat langsung menggodanya. "Kalian pikir disini hanya ada kalian berdua saja?" Tanya JoonWo "Hati-hati Nay, Jae-Hyun suka nggigit," Sahut Seo-Jun. "Apasih hyung! Bilang saja kamu iri, makannya cari pacar," Sahut Jae-Hyun dengan nada kesalnya membuat Naya yang mendengar langsung menunduk malu. Setelah berganti pakaian, Jae-Hyun mengantar Naya pulang karena sudah sore. Didalam mobil Naya hanya diam membuat Jae-Hyun kebingungan. "Sayang, kamu kenapa ? Capek ? Maaf membuatmu menungguku latihan," "Tidak. aku senang melihat kalian latihan. Hanya saja....,"ucapan Naya menggantung. "hanya saja apa?" "Hanya saja aku malu dengan perkataan Seo-Jun tadi," "Astaga sejak tadi kamu memikirkan itu? Dia hanya bercanda, kamu tidak perlu memikirkannya," "Tetap saja Aku malu," "Yasudah gimana kalau kita mampir sebentar membeli ice cream, apa kau mau?" "Mau!" Naya terlihat senang mendengar kata ice cream. "Kamu ini sangat menggemaskan. seperti anak kecil saja," Sahut Jae-Hyun terkekeh sambil mencubit hidung Naya. Sekarang mereka sedang berada di tempat ice cream. Mereka menikmati ice cream nya dengan candaan dan juga kejahilan Jae-Hyun. saat Jae-Hyun ingin menyuap ice cream ke mulut Naya, pria itu malah mengarahkan ice creamnya ke hidung Naya sehingga hidung Naya terkena ice cream . itu membuat Naya cemberut dan tentunya Jae-Hyun malah terlihat bahagia Melihat kekasihnya itu cemberut , karena menurutnya Naya terlihat sangat lucu ketika sedang marah.. Tanpa mereka sadari waktupun sudah malam, Jae-Hyun bergegas mengantar Naya pulang. "kenapa?" Tanya Naya saat Jae-Hyun menagan tangannya. "Aku sudah mengantarmu, kamu lupa sesuatu?" "Apa? Ah iya terima kasih," Naya tersenyum hendak keluar dari mobil tapi Jae-Hyun menahannya lagi. "Kenapa lagi? Kan aku sudah bilang terimakasih," "Hanya itu?" "Maksudmu? Kamu mau meminta uang karena sudah mengantarku?" "Tidak bukan itu. Ah kamu itu tidak peka. yasudah sana cepat keluar," perintah Jae-Hyun dengan nada kesalnya. "Kamu mengusirku?" "Aku tidak mengusirmu sayang, ini kan sudah sampai rumahmu, apa perlu aku bukain pintunya untukmu ?" ucap Jae-Hyun selembut mungkin agar Naya tidak salah paham. "Tidak perlu aku bisa sendiri. Yasudah aku turun ya ? Kamu jangan ngebut-ngebut menyetirnya. Selamat malam," sebelum turun Naya mengecup pipi Jae-Hyun sekilas lalu kabur masuk kedalam rumahnya. Jae-Hyun kaget melihat apa yang baru saja Naya lakukan. Ya sebenarnya Naya sudah tahu apa maksud perkataan Jae-Hyun tadi tapi dia hanya berpura pura tidak peka agar Jae-Hyun kesal. ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Malamnya karena tidak bisa tidur , Jae-Hyun pun mengirim pesan ke Naya. Entah kenapa baru beberapa jam tidak bertemu pria itu sudah meridukan kekasihnya. Jae-Hyun : "Kamu sudah tidur ? Mimpi indah ya, Love you," Tanpa di duga Naya langsung membalas pesannya. Naya : "kamu juga.. Love you too," Jae-Hyun : "Hei kenapa belum tidur ?" Naya : "Aku tidak bisa tidur. Kamu kenapa belum tidur juga?" Jae-Hyun : "Sama. Jangan-jangan kamu sedang memikirkanku ya sampai tidak bisa tidur?" Naya : "Ckk pede sekali kamu," Jae-Hyun : "Itu kenyataan. Mengakulah, Sayang?" Naya : "Terserah kamu saja lah," Jae-Hyun tidak bisa menahan tawanya melihat balasan dari kekasihnya itu. Sepertinya Mau won sedang kesal saat ini. Jae-Hyun : "Kamu marah ? Jangan marah nanti jelek," Naya : "Walaupun Aku jelek kamu tetap suka kan," Jae-Hyun : "Kata siapa ?" Naya : "Jahat!!" Lagi lagi Jae-Hyun tidak bisa menahan tawanya. Ah sepertinya menggoda Naya adalah hobi baru nya sekarang. Jae-Hyun : "Hehe maaf sayang, Aku hanya bercanda. Sudah malam tidur lah. Aku juga ada jadwal besok pagi," Naya : "Baiklah, Good night," Jae-Hyun : "Night too sayang," Tidak jauh berbeda dengan Jae-Hyun, Naya pun juga tidak bisa menahan senyumnya melihat pesan dari Jae-Hyun. Gadis itu merasa dirinya sangat beruntung. Biasanya setiap malam Naya akan melamun sambil memikirkan apa yang idola nya itu sedang lakukan, namun siapa sangka sekarang malah dia menjadi kekasih Jae-Hyun. Jae-Hyun akan selalu mengabarinya setiap saat, jadi Naya tidak perlu menghalu lagi setiap malamnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD