"Naya, Kamu sudah pulang? Kebetulan bibi baru saja selesai memasak, ayo kita makan bersama," Ujar Bibi Suah pada gadis yang baru saja sampai dirumah nya itu setelah pergi dari acara fansign sang idola.
Hari ini akhirnya mimpi Naya terwujud, Akhirnya gadis itu bisa bertemu dengan sang idola yang selama ini ia damba-dambakan. "Maaf Bi, Tapi Aku sudah makan di mini market tadi,"
"Yasudah kalau begitu, sebaiknya kamu bersih-bersih lalu istirahat. Kamu pasti sangat lelah,"
"Baik Bi, Kalau begitu Aku ke kamar dulu. Selamat malam,"
Sesampainya di kamar, Naya tidak langsung membersihkan diri. Gadis itu langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuknya. Membayangkan apa saja yang sudah terjadi hari ini selama fansign tadi "Jadi seperti ini rasanya bertemu dengan idola ? Astaga bahkan sampai sekarang Aku masih merasakan kegugupan itu, Apalagi saat Jae-Hyun oppa menyentuh tanganku. Rasanya seperti mimpi, Ini sangat sulit dipercaya,"
Gadis itu terus saja menyunggingkan senyumnya mengingat kejadian tadi. Mungkin jika ada yang melihatnya, mereka akan mengira dia gila karena terus senyum-senyum dan bergumam sendirian. "Tunggu, Sentuhan tadi. Aku seperti pernah merasakan sentuhan Jae-Hyun oppa sebelum nya. Tapi dimana ?"
Dengan cepat dia menggelengkan kepalanya. "Ah mungkin itu hanya hayalanku saja, Tidak mungkin kan aku pernah bertemu sebelumnya dengan Jae-Hyun oppa, apalagi sampai bersentuhan. Ah sepertinya aku sudah mulai gila hanya karena bertemu dengannya,"
,,,,,,,,,,,,,,,
Member The Seven Boys baru saja sampai di dorm mereka setelah selesai menjalani acara fansign. Sejak tadi, Jae-Hyun terus merubah posisi tidurnya mencari posisi yang nyaman, namun tampaknya pria itu sedang memikirkan sesuatu sampai membuatnya tidak bisa terlelap. "Gadis yang memiliki gigi kelinci tadi, Dia sangat manis. Sepertinya dia baru pertama kali mengikuti fansign, Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya," Gumamnya tanpa sadar.
"Aish, Kenapa Aku jadi memikirkannya ? Ayolah Jae-Hyun, Dia hanya fans mu. Jangan terlalu memikirkannya," Lanjutnya mencoba membuang jauh-jauh pikirannya itu.
"Jae-Hyun! Apa kamu belum tidur ? Cepat tidur, besok kita ada jadwal pagi," Suara teriakan dari sang leader membuat Jae-Hyun langsung kembali merebahkan tubuhnya dan segera menutup matanya.
,,,,,,,,,,,,,,,,
"Pagi Bi Suah," Sapa Naya mendudukkan dirinya di tempat makan bersama sang Bibi.
"Pagi Naya, tumben sudah bangun?" Tanya Bi Suah heran. Biasanya Naya tidak pernah bisa bangun pagi, Jika dibangunkan pun pasti sangat susah..
Naya tersenyum canggung menanggapi pertanyaan sang Bibi "Hehe Iya Bi, Aku ingin merubah kebiasaan buruk ku. lagipula aku ingin datang tepat waktu ke kedai karena bibi sudah mengizinkanku libur kemarin," Balasnya membuat sang bibi tersenyum. Gadis itu merasa tak enak jika harus telat datang ke kedai, mengingat Bi Suah sudah sangat baik memberinya libur selama 2hari kemarin.
"Baguslah kalau begitu, Ayo kita sarapan dulu. Nanti kita berangkat bersama,"
,,,,,,,,,,,,,,
"Makanan datang!" Seru Jae-Hyun datang ke tempat latihan dengan membawa plastik berisi tteobboki dan Ice Coffe yang sengaja ia beli sebelum ke tempat latihan tadi.
"Wah, Kamu datang di waktu yang tepat," Yeon-Jin langsung berdiri, Menyambar plastik yang dibawa Jae-Hyun.
Joon-Wo yang melihat tingkah Yeon-Jin itu pun kesal. Jika sudah menyangkut makanan, Yeon-Jin pasti lebih dulu mengambilnya.
"Sudahlah, Kalian ngapain bertengkar sih? Sebaiknya kita makan bersama, Aku sudah sangat Lapar," Sahut Kyuh-Yun, member The Seven Boys yang paling anteng dan dingin diantara semauanya.
"Tumben mau makan Hyung (Panggilan untuk laki-laki yang lebih tua). Biasanya cuman mau tidur, tidur dan tidur," Sindir Jae-Hyun sambil terkekeh.
"Kamu pikir aku apa? Aku juga manusia butuh makan," Balas Kyuh-Yun berhasil membuat semua member tertawa karenanya.
Mereka pun mulai memakan makanan yang sudah Jae-Hyun bawa, Baru sekali suap Seo-Jun sudah langsung berkomentar. "Wah daebak (Luar biasa). Ini sangat enak, dimana kamu membeli nya?" Tanyanya.
"Aku membelinya di kedai dekat dorm kita. Apa seenak itu ? Ini pertama kali aku membeli disana," Jawab Jae-Hyun. Seketika pria itu teringat dengan pelayan kedai tempat ia membeli tteobokki tadi..
"Gadis bergigi kelinci tadi, bukankah dia yang waktu itu datang ke fansign," Gumamnya kembali mengingat perempuan yang berada di kedai tadi. Karena sibuk melamun , tanpa sadar Seo-Jun mengambil jatah makanan miliknya.
"Hyung (Panggilan untuk laki-laki yang lebih tua), Itu punyaku!" Teriak Jae-Hyun kesal.
"Yah sudah terlanjur masuk kedalam mulutku. Siapa suruh melamun dan mendiami makanan seenak ini," Jawab Seo-Jun tanpa merasa bersalah sedikitpun.
,,,,,,,,,,,,,,
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Naya dan bibinya bergegas menutup kedai nya. "bibi pulang duluan saja, Aku ingin membeli beberapa cemilan di mini market dekat sini," Ucap Naya pada Bi Suah.
Bi Suah mengangguk sebelum menaiki Bus yang sudah datang. "Bibi duluan, Kamu hati-hati ya. Nanti langsung pulang, Bibi pulang dulu,"
Setelah Bus yang di tumpangi Bi Suah berjalan, Naya pun bergegas menuju mini market yang letak nya tidak jauh dari halte bus. Beruntung suasana mini market tidak ramai, jadi Naya bisa langsung menuju rak cemilan mengambil cemilan yang ia sukai.
"Semuanya sudah, Ah aku hampir melupakan s**u pisang," Gumamnya sambil berjalan mencari rak tempat s**u. Saat dirinya hendak mengambil s**u pisang yang hanya tinggal 1 kotak, tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengambil s**u itu terlebih dulu.
"Maaf tuan, Ini punya saya," ucap Naya sopan pada seorang pria yang memakai pakaian serba hitam lengkap dengan masker dan topi hitam.
"Benarkah ? Tapi maaf nona, Saya yang mengambil nya lebih dulu,"
"Tapi Saya yang lebih dulu melihatnya!" Seru Naya dengan nada bicara yang lebih tinggi, membuat pria didepan nya itu merasa kesal. "Jangan berbicara dengan nada tinggi pada orang lain, Ckk, tak sopan," Protes pria itu.
"Kamu duluan yang mulai, Sudahlah cepat berikan s**u ku!" Sentak Naya tanpa menggunakan bahasa formal lagi.
"Tidak mau, Aku sudah mengambil nya lebih dulu. Jadi ini punyaku," Balas pria itu hendak pergi namun dengan cepat Naya menahannya. "Aku mohon, berikan s**u itu padaku. Itu hanya tinggal satu, sebaiknya kamu mencari s**u yang lain. Please,"
"Sekali Aku bilang tidak mau ya tidak mau..sudahlah kamu membuang waktu ku saja," Ujar pria itu yang langsung bergegas menuju kasir.
"Ckk, Dasar pria menyebalkan!! Awas saja kalau ketemu lagi,"
Setelah selesai membayar semua belanjaannya, Naya bergegas untuk pulang. taxi online yang sudah ia pesan juga sudah menunggunya di luar. "Saya Nayena Lim, Pak. Yang memesan taxi online ini," Ucap Naya setelah masuk kedalam taxi itu.
Saat taxi itu hendak berjalan, tiba-tiba ada seorang pria yang dengan tidak sopannya masuk begitu saja kedalam taxi. Pria itu adalah orang yang sama dengan pria yang bertengkar dengan Naya memperebutkan s**u pisang di mini market tadi. "Pak, cepat jalan!" Seru pria itu.
"Tidak! Hei, kamu siapa ? Kamu pria menyebalkan tadi kan ? Ngapain kamu masuk kedalam taxi ku?" Sahut Naya.
Sama seperti Naya, Pria itu juga terkejut melihat Gadis yang saat ini duduk disamping nya. "Ckk, kamu lagi. Pak, ayo cepat jalan sekarang,"
"Tidak,Pak! Hei, kamu sudah merebut s**u pisangku, sekarang kamu mau merebut taxi yang sudah ku pesan lebih dulu ? Dasar tidak waras!! Cepat keluar dari sini, kali ini aku tidak akan mau mengalah lagi!" Naya mendorong tubuh pria itu untuk keluar dari taxi itu.
"Baiklah, Aku minta maaf untuk kejadian tadi. Tolong beri aku tumpangan sampai pertigaan depan. Aku sedang dikejar oleh sasaeng ku," (Sasaeng adalah sebutan untuk fans kpop idol yang terlalu fanatik dengan idolanya).
Seketika tawa Naya terdengar begitu keras, membuat pria itu menatap nya bingung. "Apa kamu bilang ? Sasaeng ? Haha kamu pikir kamu artis sampai di kejar sasaeng segala, Hahah,"
"Kamu tidak mengenalmu ? Ckk, Asal kamu tahu saja, Aku ini Kim Jae--,,
"Kim Jae, Siapa ? Jangan bilang kamu mau mengaku sebagai Kim Jae-Hyun member The Seven Boys. Haha dasar halu, mana mungkin kamu Jae-Hyun. Jae-Hyun itu tampan dan juga baik hati, mana mungkin pria menyebalkan seperti mu itu Jae-Hyun. Haha ada ada saja, Awas saja kalau kamu berani mengaku sebagai Kim Jae-Hyun, Aku akan mencekikmu. Jae-Hyun itu masa depanku, dia idolaku!!" Semprot Naya panjang lebar.
"Jadi dia penggemarku? Ckk, dia akan pingsan jika tahu sudah memaki idolanya sendiri," Batin Jae-Hyun sambil tersenyum dibalik maskernya.
"Sudah cepat keluar!!"
"Baiklah, Aku akan keluar tapi setidak nya izinkan aku untuk menumpang sampai pertigaan depan. Aku yang akan membayar biaya taxi nya penuh,"
"Tidak mau,"
"Aku juga akan memberikan s**u pisang tadi padamu,"
"Call!!" Seru Naya. (call adalah ucapan jika seseorang menyetujui sesuatu).
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Sesampai nya di dorm, Jae-Hyun langsung di semprot oleh kakak-kakaknya di group. "Kamu dari mana saja sih ? Katanya mau membeli Ramen, kenapa lama sekali ?" Tanya Seo-Jun.
"Mungkin dia membeli ramen di busana," Sahut Joon-Woo.
"Tidak bisakah hyung diam? Aku sangat lelah," Ujar Jae-Hyun dengan nada kesal nya. (Hyung adalah panggilan untuk laki-laki yang lebih tua).
"Aku tadi di kejar sasaeng, makanya lama," Lanjutnya membuat semua hyung nya terkejut. "Kok bisa ? Kamu tidak memakai masker dan topimu ?" Tanya YeJoon
"Aku sudah memakainya, tapi mereka tetap bisa mengenali ku,"
"Sudahlah. Yang penting Jae-Hyun berhasil lolos dari sasaeng. Sekarang berikan Ramen nya, biar aku yang masak," Sahut Yeon-Jin mengambil plastik berisi ramen tadi kemudian membawa nya ke dapur untuk dimasak.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Hari ini Jae-Hyun bersama Seo-Jun kembali ke kedai yang menjual tteobbokki waktu itu. Mereka baru saja selesai latihan dan merasa lapar, lalu Jae-Hyun berniat membelikan ttebboki, Seo-Jun yang penasaran dengan kedai yang menjual ttebboki seenak itu pun memaksa untuk ikut.
"Selamat siang, Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Naya dengan ramah.
"Loh, kamu bukannya perempuan yang waktu itu datang ke fan,... Akh sakit!" Pekik Seo-Jun saat tiba-tiba Jae-Hyun menginjak kakinya.
"Hyung mau dia mengenali kita?" Bisik Jae-Hyun.
"Maaf apa Anda mengenal Saya?" Tanya Naya.
"Ah tidak, Aku hanya asal bicara," Balas Seo-Jun sambil tersenyum dibalik masker yang ia kenakan.
"Tolong buatkan 7 porsi tteobboki dan 7 ice americano. Sama 3 porsi kentang goreng untuk dibawa pulang," Sahut Jae-Hyun yang langsung memesan sebelum kedai ramai.
"Baiklah, Tolong tunggu sebentar,"
,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Selama perjalanan pulang, Seo-Jun terus tersenyum sambil menatap Jae-Hyun yang duduk disamping nya. "Kenapa ?" Tanya Jae-Hyun risih terus ditatap oleh hyung nya itu.
"Kamu sudah tahu jika gadis yang waktu itu datang ke acara fansign kita ternyata bekerja di kedai itu?"
"Tidak! Aku sama sekali tidak tahu!"
"Benarkah ? Aku pikir kamu sengaja datang ke sana untuk bertemu dengannya,"
"Untuk apa aku menemuinya?"
"Siapa tahu kamu menyukainya," Jawab Seo-Jun asal.
"Mana mungkin aku menyukainya ? Ckk, dia hanya fans ku. Sudahlah sebaiknya Hyung fokus menyetir, Aku tidak ingin berakhir di rumah sakit," Balas Jae-Hyun dengan nada sewot nya.
"Kenapa dia harus sewot ? Kalau tidak suka kan biasa saja menanggapinya,"
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Hari ini The seven boys menghadiri acara salah satu music show untuk mempromosikan lagu baru mereka. Kali ini mereka kembali membawa pulang piala kemenangan untuk lagu baru nya. Untuk merayakan kemenangan itu, Sang manager mengatakan bahwa dirinya sudah memesan makanan untuk mereka.
"Permisi, Maaf saya dari kedai Hello's ingin mengantar pesanan," Ucap seorang gadis baru saja mengetuk pintu ruang tunggu tempat member the seven boys istirahat.
"Apa kamu dari kedai yang dipesan oleh manager Kami?" Tanya Yeonjin membuka pintu ruangan itu.
Naya, Yang tak lain adalah gadis yang mengantar makanan itupun seketika diam mematung ditempat. Yeon-Jin, salah satu member dari group kesukaan nya sekarang berdiri didepannya.."Hello, Kamu mendengar ku ? Sepertinya kamu dari kedai yang manager kami pesan," Sahut Yeon-Jin membuat Naya langsung tersadar.
"Ah Iya, Saya ingin mengantar pesanan ini," Balas Naya gugup.
Yeon-Jin mengambil alih box berisi makanan itu. "Ini uang nya, terima kasih,"
"Baiklah, kalau begitu saya permisi. Selamat sore," Balas Naya yang langsung pergi dari tempat itu. Gadis itu masih tidak percaya bisa bertemu dengan member dari group kesukaannya.
"Kenapa lama sekali ! Aku sudah sangat lapar!" Teriak Joon-Woo pada Yeon-Jin yang masih berdiam diri didepan pintu.
Yeon-Jin mendengus kesal mendengar omelan dari temannya itu. "Sabar sedikit, Gadis yang mengantar makanan tadi terlihat sangat aneh,"
"Mungkin dia terlalu terkejut karena bertemu artis. Sudahlah cepat kita makan, aku sudah sangat lapar," Sahut Jae-Hyun yang langsung menyambar salah satu makanan itu.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Hari ini sepupu Naya datang dari busana. Rencana nya, selama beberapa bulan kedapan dia akan menginap dirumah Bi Suah karena orang tua nya ada pekerjaan diluar negri. "Hallo, Perkenalkan Aku Nayena Lim, Kamu bisa memanggilku Naya," Sapa Naya pada sepupunya yang baru saja datang.
"Anyeonghaseo, Park Hana Imnida," Balas Gadis yang bernama Hana itu. (Hallo, Nama Saya Hana)
"Naya, HaNa adalah sepupu mu. Selama beberapa bulan kedepan dia akan tinggal disini. Kamu tidur sekamar dengan nya tak apa kan?" Tanya Bi Suah yang langsung dibalas anggukan oleh Naya.
Park Hana adalah anak dari Adik dari Bi Suah dan juga Ayah Naya. Orang tua Hana seorang pebisnis yang sangat sibuk, karena ada pekerjaan di luar negri dan khawatir Hana tinggal sendirian makanya orang tuanya menitipkan Hana kepada Bibi Suah.
"Hana, Ayo kita ke kamar. Kamu pasti lelah," Seru Naya sambil menarik tangan Hnaa menuju kamar nya.
"Apa Aku boleh menyebut mu Naya Unnie ? Aku rasa Kamu lebih tua dari ku," (Unnie adalah sebutan untuk perempuan yang lebih tua).
"benarkah? Ah baiklah, Ayo kita ke kamar sekarang!"
"Iya Unnie,"