Kemampuan Niana

2186 Words

   Keesokan paginya Brian buru-buru bangun pagi dan berpamitan pada Hanna.    "Mau kemana? nih aku bikinin kamu sarapan." tanya Hanna.    "Udah kesiangan, maaf ya, aku harus datang ke persidangan Adma sama Livia, jam 10 nanti. Aku harus buru-buru, masih ada yang harus aku selesaikan." jawab Brian.    "Oh yaudah take care ya." ucap Hanna.    "Nggak papa kan? Lain kali aku sarapan di sini, ok?" ucap Brian.    "Ok..." jawab Hanna.    Brian mencium bibir Hanna sambil meraih sepotong sandwich dari atas meja makan.    "Kamu juga hati-hati ya berangkat kerjanya." ucap Brian sambil berlalu.    "Iya..." jawab Hanna.    Sejenak setelah Brian pergi, Hanna senyum-senyum sendiri, bagaimana bisa dirinya mencintai bocah itu.    Sementara Brian melanjutkan perjalanannya ke apartemen Edelweis. Di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD