BAB VIII

6476 Words
Sinar matahari yang telah muncul pada pagi hari ini membuat seorang remaja laki-laki merasa terusik dari tidurnya. Dengan lesu, ia kemudian memutuskan untuk bangkit dari tidurnya dan mendudukkan dirinya sejenak pada tepi kasur sebelum kemudian ia memutuskan untuk berjalan menuju kamar mandi yang bersatu dengan kamarnya itu untuk menyegarkan badannya sebelum memulai kembali harinya bersama buku-buku dan juga berbagai materi yang akan di pelajarinya hari ini.  Huft! Padahal aku masih sangat lelah dan masih ingin berlama lama dengan kasurku ini. Batinnya dengan kesal saat ia telah memasuki kamar mandi dan memulai kegiatan awalnya. Setelah beberapa menit ia berkutat di dalam kamar mandi dengan berbagai kegiatannya, akhirnya ia keluar dengan keadaan yang rapi serta dengan seragam sekola khas milik Dimension Academy yang melekat manis pada tubuh atletisnya. Saat aku membuka pintu kamarnya, bertepatan juga dengan seorang lelaki bersurai coklat yang juga sedang membuka pintu kamarnya dengan tas yang di letakkannya pada bahu kanannya.  Well... he is his room mate. Batin remaja lelaki sebelumnya sambil menatap remaja lelaki bersurai coklat itu sambil terseyum tipis dan juga dibalasnya dengan senyum yang sama tipisnya. Begitulah cara berkomunikasi mereka saat di kamar. Kamar asrama yang mereka tempati memang adalah kamar asrama yang paling tenang dan sunyi di antara kamar asrama yang lainnya. Hal itu dkarenakan oleh dua orang remaja lelaki yang menempati kamar itu memiliki sikap irit bicara yang sama. Kedua pemuda itupun segera berjalan ke arah rak sepatu yang terletak pada samping pintu masuk asrama mereka dan mengambil sepatu yang akan mereka pakai hari ini. Setelah memakai sepatu, mereka pun berjalan dengan sejajar ke arah ruang makan untuk sarapan pagi ini. Seperti biasa, aku hanya melihat Farel dan Kevin yang menunggu kami di meja biasanya yang sering kami tempati. "Morning bro!" Sapa mereka bersamaan yang hanya dibalas anggukan kecil dari kita berdua. Terlihat mereka yang mendengus kesal atas respon yang kami berikan. Tapi ini lah sifat kami yang sebenarnya. "Mereka tak datang lagi ya?" Tanya Kevin sebelum memakan sarapannya, salah satu dari mereka yang sedang duduk pada meja makan itu. "Tentu saja tidak bodoh! Kan Vani sudah bilang apa alasan mereka tak pernah sarapan bersama kita disini. Kau pikun atau lupa?" Jawab dan tanya Farel, pemuda yang duduk di sebelah Kevin dengan kesal. "Santai bro. aku dengar kok. Siapa tau saja Alexa lagi malas masak dan pergi ke sini sebagai gantinya." Jawab Kevin. Terlihat Farel mendengus kesal dengan jawaban Kevin. Tetapi setelah itu kita kembali melanjutkan sarapan dengan tenang. Tett.. teettt... Terdengar suara bel masuk berbunyi setelah kita menyelesaikan sarapan kita. Kita pun segera melangkah masuk ke kelas masing masing. Sedangkan dua remaja tadi yang ternyata adalah Leo dan Felix sendiri berada pada kelas 3-A. Sedangkan Farel dan Kevin sendiri berada pada kelas yang sama, yaitu kelas 3-B. Felix memang berada sekelas dengan Leo juga Alexa, tetapi mungkin ia tak menyadari akan hal itu. Leo tahu dengan pasti jika ia tak akan peduli dengan apapun yang sama sekali tidak menarik di matanya. Bahkan Leo yang duduk disampingnya saat pertama kali ia masuk pun tak pernah di sadarinya sekalipun. Mereka pun mulai memasuki kelas 3-A. Terdengar suara teriakan memuja yang terlontarkan mereka untuk Leo dan Farel saat keduanya melintasi mereka. Menggelikan memang. Tapi mereka berdua tidak peduli akan hal itu sama sekali. Leo berjalan menuju bangku miliknya dan Alexa, diikuti oleh Felix yang berjalan di belakangnya. Felix sendiri memiliki tempat duduk di samping meja Leo dan Alexa.  Di tempat duduk Alexa, terlihat Alexa yang sedang memakai headsetnya sambil menenggelamkan kepalanya di atas lipatan tangannya. Ia masih kelahan mungkin? Batin Leo bingung. Leo pun segera meletakkan bokongnya pada bangku yang di dudukinya secara perlahan agar ia tidak mengusik tidur adiknya itu. Sampai akhirnya guru yang mengajar pun telah masuk bersamaan dengan Alexa yang mulai mengangkat kembali kepalanya dan melepasan headsetnya sambil menatap fokus kedepan. Kemudian pelajaranpun dimulai. *** Ukh! Kapan sih waktu istirahat tiba? Kenapa lama sekali sih? Aku lelah. Huft! Batin Alexa terus menerus sambil menghela nafasnya dengan pelan, ia benar-benar ingin segera tidur sekarang. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang memanggil dirinya dari arah depan sehingga membuatnya harus mengangkat kepalanya dan melihat kepada si pemanggil itu. "Ms. Witz, bisakah kau memeperhatikan pelajaran saya? Cepat kerjakan soal didepan!" Ucap Mr. Albert. Guru matematika di dimensi ini. Sekarang adalah saatnya untuk pelajaran akademik dan bukan tentang sihir. Dan yang menjadi pelajaran pertama di hari ini adalah matematika. Huft! Akupun menghembuskan nafas kasar dan maju kedepan untuk menyelesaikan soal itu. Terlihat tatapan mengejek dari semua orang, termasuk Mr. Albert yang tidak yakin kalau aku bisa mengerjakannya. Kecuali 2 orang di belakang. Leo dan.... Felix? Wow. Alexa baru tau jika dia sekelas dengannya dan juga Leo. kembali fokus, ia kembali bersikap tidak terlalu memperdulikan mereka dan mengangkat bahunya dengan acuh kemudian mengerjakan soal itu dengan mudah. Kemudian mengembalikan spidol itu kembali ke Mr. Albert dan duduk di bangkuku kembali. Terlihat 1 kelas termasuk Mr. Albert, dan kecuali kedua orang yang tadi di sebut Alexa ,menatap papan tulis tak percaya yang justru membuat Alexa bingung dan mulai merasa jengah akan sikap mereka yang seperti orang bodoh itu. Begini juga aku selalu belajar setiap ada waktu luang tau! Batin Alexa kesal dan kemudian berjalan menuju ke arah bangkunya dan duduk kembali disana tanpa memperdulikan tatapan yang entah apa itu yang di tujukan untuknya. Tett... teetttt... Akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga dah. Alexa pun segera pergi keluar setelah Mr. Albert telah keluarkeluar terlebi dahulu dan berjalan menuju ke arah kantin. Ia rasa Leo dan Felix juga sedang mengikutinya sekarang. Mereka pun berjalan secara beriringan menuju kantin dengan langkah yang santai. Tentu saja hal itu membuat para murid murid academy yang mereka lewati berbisik-bisik tentang kami. Ukh.. menyebalkan. Batin Alexa dengan kesal. *** Alexa, Leo, dan Felix pun memasuki kantin secara berdampingan dan Alexa yang berada ditengah membuat para kaum hawa menatapnya iri, kagum, benci, dll. Tapi semua itu tak dipedulikan oleh mereka. Mereka pun berjalan menuju ke meja biasa yang mereka tempati. Terlihat kalau Vani, Farel, dan Kevin sudah menunggu disana. "Kalian terlambat!" Gerutu Kevin yang sedari tadi di tahan untuk makan diluan oleh Vani sehingga membuatnya menjadi kesal sendiri jadinya. Mereka bertiga yang ditanya seperti itu  hanya mengangkat bahunya acuh dan duduk ke bangku masing masing kemudian memakan makanan yang sudah dipesannya. Selesai makan, mereka pun berbincang bincang kecil mengenai acara ulang tahun academy yang akan diadakan 4 hari lagi di Dimension Academy. "Eh, ini kita kapan latihan bandnya? Padahal kan acaranya sudah tinggal 4 hari lagi!" Tanya Vani kepada mereka. "Em.. gimana kalau sebentar sore saja? Kan itu waktu yang kosong untuk kita." Ucap Farel memberi saran. Mereka pun mengangguk setuju kemudian menatap Alexa dan Leo yang hanya diam saja. "kau ikut latihan tidak, Le?" Tanya Kevin. Leo pun hanya menatap mereka sekilas kemudian menatap Alexa untuk meminta persetujuannya yang diberi anggukan kecil dari Alexa. Beritahukan nenek kalau kita tidak akan datang latihan hari ini karena ada kegiatan mendadak. ~ ucap Leo yang di angguki Lexa kemudian menelepati nenek mereka. Nek. ~ Alexa. Ya ~ Ratu Scarla Kita bisa gak latihan untuk hari ini dulu tidak? Soalnya kita mau latihan untuk acara ulang tahun academy dulu nih. ~ Alexa Oh, gakpapa kok. Ya sudah kalau begitu, semangat latuhannya ya sayang. ~ Ratu Scarla Iya nek, makasih. ~ Alexa Sama sama princess ~ Ratu Scarla Telepati keduanya pun terputus. Kemudian Alexa kembali menelepati Leo dan memberitahukannya tentang percakapan yang tadi. Sudah. Dan dia memberi semangat kepada kira ~ Alexa. Ok ~ Leo. "Kalian kenapa melamun?" Tanya Kevin kepada Alexa dan Leo. Mereka yang ditanya pun hanya mengangkat bahunya acuh dan melakukan kegiatannya masing masing. "Ish. Anak ini! Kalau di tanya itu jawab! Huft.. kalian mau ikut kita latihan tidak?" Tanya Vani yang mulai kesal dengan mereka. Leo hanya menganggukan kepalanya. Sedangkan Alexa tetap memainkan hpnya sambil mendengarkan lagu yang keluar dari headset yang ia pakai. Vani pun melepas salah satu headset di telinga Alexa dan membuatnya menatapnya dengan alis terangkan sebelah. "Kau mau ikut kita latihan tidak Alexa sayang??" Tanya Vani semanis mungkin tetapi keliatan menakutkan dimata yang lain. Kecuali 3 es berjalan itu. Siapa lagi kalau bukan Alexa, Leo, dan Fenix. "Tidak." Jawab Alexa singkat membuat yang lain mengernyitkan dahi mereka. "Emang kenapa? Bukannya Kau mau tampil juga ya?" Tanya Kevin penasaran. "Malas." Jawab Alexa singkat. "Terus nanti pas tampil gimana?" Tanya Farel. "Ya tampil." Jawab Alexa santai membuat mereka mendengus kesal mendengarnya. "F*ck" Gumam mereka serentak yang hanya diacuhkan oleh Alexa. *** Tak terasa waktu pun berlalu. Hari yang ditunggu tunggu oleh seluruh warga academy untuk perayaan hari ulang tahun Dimension Academy pun tiba. Pagi ini, terlihat semua persiapan sudah selesai. Acaranya akan dimulai pukul 10 pagi. Dan di lanjutkan dengan prom night nanti malam sampai pukul 12 malam. Keesokan harinya pun Academy diluburkan karena acara yang akan menyita energi hari ini. Terlihar di sebuah ruangan, terkumpullah 6 orang anak remaja yang sedang berlatih. Bukan bukan! Lebih tepatnya 5 orang. Karna yang satunya hanya menonton saja dari tadi. "Gimana? Bagus gak penampilan kita?" Tanya Vani kepada Alexa yang hanya menonton sedari tadi. "Lumayan." Ucap Alexa datar sambil memainkan handponenya. "Huft! Terserah kamu, Lex. Btw, kau mau tampil apa nanti? Aku lihat dari kemarin kau cuma bersantai saja tuh. Emangnya kau tidak takut nanti kalau tampilanmu jelek?" Tanya Kevin bingung. "Tidak. Aku tampil bukan untuk menghibur orang. Aku tampil cuma untuk have fun saja. Jadi itu tidak masalah buatku." Jawab Alexa santai. "Oh.. begitu." Ucap yang lainnya kompak. "Aku pergi." Ucap Alexa tiba-tiba dan mencium Leo sebelum pergi. "E.. eh.. mau kemana?" Tanya Vani bingung. "Siap siap. Sudah jam 8." Jawab Alexa tanpa menghentikan langkah kakinya. Yang lain pun kaget mendengarnya dan segera berlari ke kamar masing masing untuk bersiap siap. "Lexaa.... tunguuuuu!" Teriak membahana Vani tapi tidak di perdulikan oleh yang lain karena sibuk sendiri. *** Acara pun dimulai. Terlihat yang lain sudah berkumpul di aula academy, tempat berlangsungnya acara. "Halo teman teman. Perkenalkan, nama saya Erick dari kelas 2B." Ucap MC pertama. "Dan saya Rere dari kelas 2A." Ucap MC yang satunya. "Kami di sini akan membawakan acara untuk pagi hari ini. Sebelum itu kita mengucapkan selamar ulang tahun untuk Dimension Acdemy yang ke 354 tahun." Ucap Rere. "Selamat ulang tahun Dimension Academy." Ucap mereka serempak. "Ok, langsung saja kita mulai acaranya. Yang pertama adalah kata sambutan dari kepala sekolah Dimensio Academy. Kepada Mrs. Lili kami persilahkan." Ucap Erick. Mrs. Lili pun maju menaiki panggunh dan mengucapkan kata kata sambutan yang telah disiapkannya. "Ekhem. Oke anak anak, selamat pagi semua." Ucap Mrs. Lili. "Pagi." Jawab murid acadeny deengan serempak. "Oke, saya langsung saja ya ke intinya. Jadi saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk Dimension Academy. Saya harap kedepannya akan lebih baik lagi siswa siswinya. Terutama untuk Alexa dan Leo, semoga sifat menyebalkan mereka dihilangkan dan menjadi siswa siswi terbaik disini." Ucap Mrs. Lili membuat yang lain terkekeh dan kedua saudara itu mendengus kesal. "IYAA NEEKKK!" Jawab keduanya serempak dengan berteriak membuat yang lain tertawa terbahak-bahak. Kecuali Mrs. Lili yang mendengus kesal. "Awas ya kalian! Huft, sudahlah. Selanjutnya saya... bla...bla..bla" ucap Mrs. Lili panjang lebar dengan kata kata sambutannya. Acarpun terus berlanjut, sampai tiba saatnya acara hiburan yang ditunggu tunggu. "Oke, baiklah. Selanjutnya kita panggil saja band dari Leo dkk. The Star silahkan maju kedepan." Panggil kedua MC itu serempak. Leo dkk pun segera menaiki panggung membuat para siswi academy terpekik histeris. Aw.. Leo kuu.. Hai Felix sayang. Semangan Farel sayang. Suami ku.. Vani sayang, semangat Begitulah kata kata yang keluar dari mulut mulut penggemar mereka yang hanya dianggap angin lalu oleh mereka. "Baik, teman teman, disini kami akan membawakan lagu berjudul we don't talk anymore." Ucap Leo selaku Vokalis bersama Vani. Disini posisi Leo dan Vani adalah sebagai Vokalis. Kevin drumer. Felix gitaris. Dan Farel memegang bass. We don't talk anymore. [Leo] We don't talk anymore. we don't talk anymore. We don't talk anymore, like we used to do We don't love anymore. What was all of it for? Oh, we don't talk anymore, like we used to do I just heard you found the one you've been looking You've been looking for I wish I would have known that wasn't me Cause even after all this time I still wonder Why I can't move on Just the way you did so easily Don't wanna know What kind of dress you're wearing tonight If he's holding onto you so tight The way I did before I overdosed Should've known your love was a game Now I can't get you out of my brain Oh, it's such a shame. That we don't talk anymore We don't talk anymore We don't talk anymore, like we used to do. We don't love anymore. What was all of it for? Oh, we don't talk anymore, like we used to do. [Vani] I just hope you're lying next to somebody. Who knows how to love you like me. There must be a good reason that you're gone. Every now and then I think you. Might want me to come show up at your door. But I'm just too afraid that I'll be wrong. Don't wanna know. If you're looking into her eyes. If she's holding onto you so tight the way I did before. I overdosed. Should've known your love was a game. Now I can't get you out of my brain. Oh, it's such a shame. [Leo & Vani] That we don't talk anymore. We don't talk anymore. We don't talk anymore, like we used to do. We don't love anymore. What was all of it for? Oh, we don't talk anymore, like we used to do [Leo] Like we used to do. [Leo] Don't wanna know. What kind of dress you're wearing tonight. If he's giving it to you just right. The way I did before. [Vani] I overdosed. Should've known your love was a game. Now I can't get you out of my brain [Leo] Oh, it's such a shame. [Leo & Vani] That we don't talk anymore. We don't talk anymore. We don't talk anymore, like we used to do. We don't love anymore. What was all of it for?. Oh, we don't talk anymore, like we used to do. [Leo] We don't talk anymore. Oh, oh. [Vani] (What kind of dress you're wearing tonight) (If he's holding onto you so tight). [Leo] The way I did before We don't talk anymore, oh, woah. [Vani] (Should've known your love was a game). (Now I can't get you out of my brain) [Leo] Ooh, it's such a shame. [Leo & Vani] That we don't talk anymore. Prok.. prok.. prok.. Bunyi tepuk tangan pun menggema diseluruh ruangan. Para anggota The Star pun segera bangkit dan menunduk hormat sebagai tanda terima kasih mereka. "Wow. Pertunjukan yang luar biasa. Oke, kita lanjutkan ke acara yang berikut." Ucap Rere selaku MC. Merekapun segera kebelakang panggung dan duduk sebentar disana. "Nih minum." Ucap Lexa sambil memberikan Leo air mineral. "Masa cuma Leo saja sih? Kita mana?" Tanya Felix. Alexa pun hanya memutar bola matanya malas dan memberikan 1 kantong plastik yang tadi di bawanya berisikan minuman. "Nih." Ucapnya sambil memberikan kantong itu kepada Felix. "Terima kasih Alexa." Ucap mereka serempak saat dapat minuman masing masing. "Kamu tidak tampil dek?" Tanya Leo sesudah meminum minumannya. "Hm. kau tidak tampil? Kok kamu masih pakai baju begini." Tanya Vani sambil menunjuk baju Alexa yang hanya menggunakan celana jeans dan kemeja putih kebesaran yang didepannya kasih masuk dengan lengan yang dilipat sesiku. Dan juga di lengkapi dengan sepatu berwarna warna putih. "Tampil. Cuma belum ganti pakaiannya." Jawab Alexa santai sambil duduk di salah satu bangku di sana. "Emangnya kapan tampilnya?" Tanya Kevin penasaran. "Habis mereka." Tunjuknya ke 2 orang yang akan naik ke panggung. Mereka pun hanya ber'oh' ria. "Ya sudah. Kita keluar dulu ya Lex. Supaya bisa melihatmu lebih detail nanti." Ucap Farel disetujui yang lain. "Oke. Aku juga mau berganti." Jawab Alexa sambil melenggang pergi ke ruang ganti.. Setelah beberapa saat kemudian, tibalah giliran Alexa yang akan segera tampil. "Oke teman-teman. Ini adalah penutupan acara kita. Pasti kalian penasaran kan?." Ucap Erick memberi jeda sedikit. "Kita langsung panggilkan saja..." ujar Rere menggantung. "Alexa Angeline Witz." Panggil mereka yang membuar semua murid academy heboh. *** "Alexa Angeline Witz!" Panggil Erick dan Rere bersamaan. Terlihat Alexa yang menaiki panggung dengan baju hitam mempesona dan juga sepatu heels yang tingginya 5cm sampai betis dengan stooking sepanjang paha dengan rambut yang diuraikan dan sedikit polesan make up diwajahnya membuatnya terlihat mempesona dimata semua orang. "Aku baru sadar kalau Alexa cantik banget." Ucap Vani yang diangguki yang lainnya. Cantik batin Felix sambil tersenyum tipis kepada Alexa. Tak lama kemudian, penampilan Alexa pun dimulai. Terlihat ia yang mulai mengambil tempat  di tengah panggung dan mulai mengeluarkan suaranya dan menyanyikan dan juga menarikan salah satu lagu yang baru terkenal akhir-akhir ini pada dimensi tengah. Alexa terlihat mulai menggerakkan tubunya dengan lues sambil mengikuti  irama lagu yang ia nyanyikan dengan bahasa korea itu. Hal itu juga di sambut dengan baik oleh warga academy yang berteriak heboh saat Alexa mulai masuk ke dalam tarian yang lebih sexy sekarang. Sampai akhirnya pada akhir lagu, ia pun membalikkan tubuhnya yang semula berjalan ke arah belakang menjadi ke arah depan dan membungkuk tanda terima kasih di sertai dengan senyum kecilnya usai penampilannya barusan. Prok.. prok.. prok.. Suara tepuk tangan pun bergema di setiap penjuru aula dengan teriakan teriakan yang saling bersautan memuji penampilan Alexa. "Gila gila! Adikmu keren banget, Le!" Ucap kagum Kevin. "Siapa dulu dong kakaknya! Leo." Jawab Leo bangga sambil memajukan dadanya sombong. "Terserah." Ucap mereka serempak dengan malas melihat tingkah Leo yang seperti itu. Alexa pun tersenyum kecil yang dapat di lihat yang lainnya dan membungkuk tanda terima kasih sebelum turun dari panggung. "Wow. Keren banget ya penampilan yang tadi. Ya kan manteman!?" Tanya Erick. "Iyaa!" Jawab yang lain serempak sambil mengacungkan jempol mereka. "Tapi sayang, acara hari ini harus berakhir." Ucap Rere dengan nada sedih. "Tapi tenang saja! Sebentar malam akan diadakan kembali acara Prom Night. Jadi bersiaplah kalian!" Lanjut Rere dengan kembali semangat. "Oke kalau begitu, cukup sekian acara kita siang ini." Ucap Erick mulai menutup acara. "Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan." Lanjut Rere. "Terimkasih dan sampai jumpa." Ucap mereka serempak sambil melambaikan tangan tanda perpisahan. Murid-murid academy pun mulai keluar dari aula. Tetapi ada juga yang masih belum meninggalkan aula seperti Leo dkk. Terlihat dari kejauhan Alexa yang berjalan mendekati mereka dengan pakaian yang sama. "Kamu hebat Lex!" Puji Vani sambil bertos ria dengan Alexa. "Ternyata kemu bisa dance juga ya Lex, sekali-kali kita tanding boleh kan?" Tanya Farel. "Boleh saja." Jawab Alexa santai. "Sip." Jawab Farel sambil mengacungkan 2 jempolnya. "Kamu hebat." Puji Felix sambil tersenyum kecil. "Thanks." Jawab Alexa sambil tersenyum kecil. "Kamu keren sekali Lex! Apa lagi expresi lo pas dibagian reper. Damn! You look so sexy babe!" Puji Kevin antusias. Plak Plak Plak Plak Plak Sontak perkataan Kevin yang tadi mendapatkan 5 jitakan dari yang lain. Termasuk Alexa. "Aw! Sakit tau!" Gerutu Kevin sambil mengelus-elus kepalanya yang dijitak. "Makanya, mulut disaring dulu ucapannya. Tapi kalau dipikir pikir benar juga ya ucapanmu tadi." Ucap Leo yang ujung ujungnya membenarkan perkataan Kevin. Sontak yang lainnya pun menghura Leo dan Kevin. "Otakmu bang! Sudah lah! Ayo ke kantin. Aku lapar," Ucap Alexa sambil mengelus perutnya yang rata. "Hamil Lex?" Celutuk Vani asal melihat kelakuan Alexa. "Hm. Hamil anak lo." Jawab Alexa dengan asal sehingga membuat Vani menjitak kepalanya. "Yee.. kau pikir aku cowok yang bisa bikin hamil cewek apa." Ucap Vani kesal. "Sudah sudah. Dari pada hamilin anaknya Vani mending hamilin anak aku saja." Ucap Felix sambil menarik pinggang Lexa dan menaik turunkan alisnya menggoda Alexa. "Enak aja!" Ucap Alexa sambil menjitak kepala Felix dan mencoba melepaskan tangan Felix yang berada dipinggangnya. "Haish! Lepas!" Ucap Lexa yang mulai jengkel dengan Felix yang tak mau melepaskan tangannya. "Tidak." Jawab Felix sambil mempererat rangkulannya. "Kakak! Tolong" ucap Lexa meminta bantuan Leo. "Terima sajalah dek." Jawab Leo santai. Alexa pun hanya mendengus sebal dan menelepati Leo. Awas aja ya kak! Ucap Alexa lewat telepati. Leo pun hanya menjulurkan lidahnya kearah Alexa dan jalan diluan bersama yang lainnya. Dengan sangat-sangat terpaksa, Alexa pun membiarkan rangkulan Felix yang melekat posesif di pinggangnya. Dalam perjalanan pun mereka selalu di hadang oleh beberapa siswa ataupun siswi academy untuk meminta foto ataupun memberi pujian. Hal ini dimanfaatkan oleh Alexa saat ada yang meminta foto dengan Felix. Saat Felix melonggarkan rangklannya, Alexa segera berlari dengan cepat menuju kantin membuat Felix menggerutu kesal. "Hosh.. hosh.. akhirnya." Ujar Alexa dengan nafas tak teratur dan juga dengan sedikit keringat pada dahinya membuat yang lain bingung. "Kamu kenapa Lex?" Tanya Vani. "Kabur." Ucap Alexa sambil mendorong rambutnya kebelakang dan mengambil pesanannya. Yang lain pun mengerti dan menganggukan kepala mereka. Tak lama kemudian Felix datang dengan wajah yang ditekuk. "Makamu kenapa kusut begitu Fel? Belum di setrika ya?" Tanya Kevin sambil meminum jusnya. "Entah!" Jawab Felix jutek dan duduk sambil menatap Alexa tajam. Alexa pun tidak memperdulikan itu dan melanjutkan acara makannya dengan hikmat tanpa memperdulikan yang lain. Setelah selesai makan, Felix pun mulai membuka suara. "Kenapa lari?" Tanyanya kepada Alexa. Alexa hanya mengangkat kedua bahunya acuh dan meminum jus nya yang tertunda. Vani pun hanya terkekeh melihat muka sebal kakaknya yang di cuekin. "Kalian sudah siapin baju buat nanti malam?" Tanya Vani. "Sudah." Ucap mereka serempak kecuali Alexa. "Lo belum siapin baju?" Tanya Vani bingung. "Malas. Toh baju di lemari banyak kok." Jawab Alexa santai sambil mengaduk aduk jusnya. "Terserah kamu deh. Terserah. Terus habis ini kalian mau bikin apa?" Tanya Vani lagi. "Tidur." Jawab mereka serempak. Kali ini Alexa ikut menjawab. "Huft! Terserah deh!" Ucap Vani lelah. "Aku pergi." Ucap Alexa. Baru saja Alexa akan pergi, ia sudah di hadang oleh 3 orang cewek dan 2 orang cowok yang meminta foto bareng dengannya. "Berasa seperti jadi artis dadakan ya dia." Ucap Kevin yang diangguki mereka saat melihat Alexa. *** Malam pun telah tiba. Terlihat di salah satu kamar asrama ada 2 orang gadis yang sedang berisiap siap. Ralat! Lebih tepatnya hanya 1 orang gadis saja yang bersiap. Siapa lagi kalau bukan Alexa dan Vani? "Lex, cepat bersiaplah. Nanti kita akan terlambat." Ucap Vani sambil memoleskan sedikit make up diwajahnya. "Kau pergilah diluan." Ucap Alexa sambil membaca novelnya. "No! Kita pergi bareng. Nanti kamu tak akan datang kalau tidak dipaksa." Ucap Vani sambil memlilih sepatu yang akan ia pakai. "Aku akan pergi. Kau tenang saja." Ucap Alexa yakin. "Beneran?" Tanya Vani ragu ragu. "Hm. Pergilah. Ini sudah jam 19.20." Ucap Alexa sambil melirik ke arah jam. "Huft! Baiklah. Jangan sampai terlambat ok!?" Ucap Vani berjalan keluar. "Hm." Dehem Alexa dan setelah itu tak ada lagi tanda tanda dari Vani. Alexa pun mulai menyimpan novelnya dan bersiap siap. Tak butuh waktu lama, dalam waktu 30 menit ia sudah bersiap dengan baju biru yang memperlihatkan bahunya juga rambut yang ia sampingkan dengan curly dibagian bawahnya membuat kesan cantik diwajahnya semakin bertambah. Malam pun telah tiba. Terlihat di salah satu kamar asrama ada 2 orang gadis yang sedang berisiap siap. Ralat! Lebih tepatnya hanya 1 orang gadis saja yang bersiap. Siapa lagi kalau bukan Alexa dan Vani? "Lex, cepat bersiaplah. Nanti kita akan terlambat." Ucap Vani sambil memoleskan sedikit make up diwajahnya. "Kau pergilah diluan." Ucap Alexa sambil membaca novelnya. "No! Kita pergi bareng. Nanti kamu tak akan datang kalau tidak dipaksa." Ucap Vani sambil memlilih sepatu yang akan ia pakai. "Aku akan pergi. Kau tenang saja." Ucap Alexa yakin. "Beneran?" Tanya Vani ragu ragu. "Hm. Pergilah. Ini sudah jam 19.20." Ucap Alexa sambil melirik ke arah jam. "Huft! Baiklah. Jangan sampai terlambat ok!?" Ucap Vani berjalan keluar. "Hm." Dehem Alexa dan setelah itu tak ada lagi tanda tanda dari Vani. Alexa pun mulai menyimpan novelnya dan bersiap siap. Tak butuh waktu lama, dalam waktu 30 menit ia sudah bersiap dengan baju biru yang memperlihatkan bahunya juga rambut yang ia sampingkan dengan curly dibagian bawahnya membuat kesan cantik diwajahnya semakin bertambah. Tak lupa sepatu yang berwarna senada dengan gaunnya dan juga make up natural diwajahnya Huft! Pasti akan sangat menyebalakan lagi disana. Batin Alexa tidak suka membayangkan apa yang terjadi saat ia sampai disana. Dan benar saja. Saat ia telah sampai disana ia kembali menjadi pusat perhatian. Ia pun tidak meperdulikan itu dan segera berjalan ke arah Leo dkk yang masih menatapnya sampai tak berkedip sedikitpun. Bahkan Mr. Delius yang baru akan naik ke atas panggung pun berhenti dan memandang takjub ke arah Alexa. Merasa risih dengan tatapan mereka, Alexa pun berdehem cukup keras sehingga menyadarkan mereka. "E.. e.. ya Lex?" Tanya mereka serempak dengan gelagapan membuat Alexa menaikan sebelah alisnya. "Ekhem. Oke anak anak, saya ucapkan terima kasih atas kehadiran kalian. Dan dengan ini juga saya menyatakan acara Prom Night dimulai. Selamat menikmati acaranya." Ucap Mr. Delius kemudian turun dari atas panggung. Acara pun dimulai. Semua sibuk dengan kegiatannya masing masing. Ada yang dengan handponenya, ada yang bergosip, ada yang makan, ada yang menyendiri, ada pula yang pacaran. Alexa pun memperhatikan sekitar. Saat ia melihat ada sebuah piano di dekat panggung dengan posisi kosong karena tidak ada yang memainkannya, ia pun berjalan mendekatinya. Leo dkk yang melihat Alexa akan pergi pun menanyakannya tapi tak dihiraukan oleh Alexa. Akhirnya mereka berpikir kalau Alexa pergi ke toilet dan melanjutkan kesibukannya masing masing. Tiba tiba terdengar suara tuts tuts piano yang ditekan. Mereka semua yang tadinya sibuk dengan kegiatan masing masing pun diam dan melihat ke sumber suara tersebut. Terlihat Alexa yang duduk dengan anggunnya memainkan piano disana. Awalnya, ia hanya menekan tuts piano dengan ndad yang asal saja. Lama kelamaan, nada-nada yang terdengar acak dan berantakan itupun berubah menjadi sebuah melodi yang indah dan membuat hampir seluruh pasang mata tertuju hanya kepadanya. Selebihnya memilih untuk menari dengan pasangan bereka masing-masing sambil menatap dengan dalam anatar satu sama lain. Setelah beberapa saat, Alexa pun menyelesaikan tampilannya dengan nada penutup yang cukup indah yang ditimbulkan oleh jari-jari lentik miliknya itu dengan tenang dan lembut. Prok.. prok.. prok.. Lagi-lagi penampilan Alexa berhasil memukai semua yang ada disana. "Wow Lex, permainanmu sangat keren. Bolehkah kita berdua duet bersama?" Ucap Mr. Fedrick. Guru musik di Academy ini. "Boleh Mr. Anda ingin menyanyikan lagu apa?" Tanya Alexa sambil menekan sembarang tuts piano tetapi tetap menghasilkan nada yang meredu. "Em.. aku ingin menyanyikan untuk seseorang malam ini. Kira kira apa ya bagusnya?" Tanya Mr. Fedrick bingung sendiri. "Bagaimana dengan lagi Ed Sheeran - Perfect. Itu cocok untuk keadaan Anda sekarang. Saya akan memainkan pianonya dan Anda yang akan menyanyikannya. Karna lagu ini di persembahkan dari Anda untuk pujaan hati Anda." Ucap Alexa tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun dari piano. "Baiklah. Mari kita mulai. Ekhem, perhatian semuanya, disini saya akan mempersembahkan sebuah lagu untuk pujaan hati saya. Semoga kamu menyukai apa yang aku nyanyikan ini." Ucap Mr. Fedrick meminta perhatian yang lain. Lagu pun di mulai. ~Perfect~ found a love for me. Darling just dive right in. And follow my lead. Well I found a girl beautiful and sweet. I never knew you were the someone waiting for me. Terlihat Mr. Fedrick yang sedang menatap Mrs. Selena. Guru bahasa disini. 'Cause we were just kids when we fell in love. Not knowing what it was. I will not give you up this time. But darling, just kiss me slow, your heart is all. I own And in your eyes you're holding mine. Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms. Barefoot on the grass, listening to our favorite song. When you said you looked a mess. I whispered underneath my breath. But you heard it, darling, you look perfect tonight. Well I found a woman, stronger than anyone. I know She shares my dreams. I hope that someday. I'll share her home. Mr. Fedrick pun mulai berjalan perlahan lahan ke arah Mrs. Selena yang sudah menatapnya dengan mata yang berkaca kaca. Alexa yang melihat itupun hanya tersenyum tipis dan melanjutkan permainan pianonya. I found a love, to carry more than just my secrets. To carry love, to carry children of our own. We are still kids, but we're so in love. Fighting against all odds. I know we'll be alright this time. Mr. Fedrick menggenggam tangan Mrs. Selena dan membawanya ke tengah aula yang sudah dilingkari oleh seluru warga academy. Termasuk para guru, kecuali Alexa yang tetap memainkan pianonya. Darling, just hold my hand. Be my girl. I'll be your man. I see my future in your eyes. Mr. Fedrick mulai mengajak Mrs. Selena menari dan memandang mata Mrs. Selena yang sudah berkaca kaca. Karan sudah sangat terharu, ia pun memeluk Mr. Fedrick sembil terhisak kecil dan tetap melangkahkan kakinya sesuai irama. Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms. Barefoot on the grass, listening to our favorite song. When I saw you in that dress, looking so beautiful. I don't deserve this, darling, you look perfect tonight. Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms. Barefoot on the grass, listening to our favorite song. I have faith in what. I see Now I know I have met an angel in person. And she looks perfect. Mr. Fedrick meregangkan pelukan mereka dan menangkup wajah Mrs. Selena yang sudah berlinang air mata dan menghapusnya sambil tersenyum dan menyanyikan bait terakhir lagu. I don't deserve this. You look perfect tonight. Prok.. prok.. prok.. Suara tepuk tangan pun menggema diseluruh ruang Aula. Alexa segera berjalan ke arah kerumunan agar bisa melihat lebih jelas. Sesampainya ia disana, terlihat Mr. Fedrick mulai mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah kearah Mrs. Selena. Hal itu sontak membuat seluruh warga academy pun riuh dan menggoda pasangan itu. "Adelia Selena. Will you marry me?" Tanya Mr. Fedrick dengan lantang membuat yang lain diam menunggu jawabannya. "Yes i will." Jawan Mrs. Selena dengan lantang membuat yang lain berteriak dan menggoda pasangan baru itu. Mr. Fedrick pun segera memasangkan cincin itu dijari manis Mrs. Selena dan memeluk tubuhnya membuat para murid academy berteriak heboh. Mr, masih ada anak kecil Mr. Ciee... pasangan baru. Lenggeng ya. Cium Mr. Cium! Sweet banget sih. Dan sebagainya. Mr. Fedrick dan Mrs. Selena pun hanya terkekeh mendengar ucapan demi ucapam yang di terima oleh mereka. Kemudian mereka berjalan ke arah Alexa yang bersama dengan Leo dkk sambil tersenyum kearah mereka. "Makasih ya Lex, berkat kamu saya bisa lebih berani. Padahal tadi sempat bingung bagaimana cara lamarnya." Ucap Mr. Fedrick sambil berterima kasih kepada Alexa. "Jangan berterima kasih ke saya Mr. Berterima kasihlah kepada diri Anda sendiri. Karena diri Anda sendirilah yang melamar Mrs. Selena dengan cara Anda sendiri. Bukan dari saya. Saya disini hanya membantu memberi sedikit bumbu saja agar lebih sempurnya." Ucap Alexa sambil tersenyum kecil. "Kau memang bijak Lex, tapi kenapa kamu selalu jahil sama Mr. Delius dan Mrs. Lili? Sedangkan dengan guru yang lain kau dengan Leo menghormatinya." Tanya Mrs. Selena bingung dengan kakak beradik itu. "Itu karna seru aja sih bu liat muka mereka yang merah kayak tahan poop." Ucap Leo santai tanpa memperhatikan yang sedang bicara berada disamping mereka. "APA!!?" Ucap Mr. Delius dan Mrs. Lili yang sudah berdiri di belakang mereka dengan muka seperti yang dideskripsikan oleh Leo tadi. "Pelan bu! Nanti bisa tuli tau." Ucap Alexa sambil meminum minumannya santai. "Itu, lihat sendiri kan Mrs? Kayak tahan Poop." Ucap Leo menambahkan yang membuat kedua orang itu semakin marah. Sedangkan pasangan baru itu hanya terkekeh melihat kenakalan kakak beradik itu.  "ALEXA!!!/LEO!!!" Ucap Mr. Delius dan Mrs. Lili bersamaan. "Apa sih nek? Kita didepan kalian ini besar-besar. Masa kalian tidak melihatnya?" Ucap Leo dengan muka yang dibuat-buat kesal. "Kalian ini maunya apa sih!?" Tanya Mr. Delius mencoba sabar menghadapi mereka. "Mau kalian nikah." Ucap Alexa dan Leo bersamaan. "APA!?" Ucap Mrs. Lili dan Mr. Delius bersamaan. "Menikah dengan dia? BIG NO!" Ucap mereka serempak. "Ngaku saja deh kek, nek. Alexa tau kalau kalian itu sudah menjalin hubungan diam-diam dan suka kencan diam-diam di ruangan salah satu dari kalian. Kadang-kadang di ruangan nenek ataupun kakek. Ya gak kak?" Terang Alexa sambil meminta pendapat Leo. "Hm! Malahan pernah tuh Leo lihat adegan dewasa pas Leo tidak sengaja masuk ke ruangannya nenek. Kan mata Leo sudah jadi tidak suci lagi." Ucap Leo sok polos membuat muka Mrs. Lili dan Mr. Delius memerah antara malu dan marah. "Kalian ya!!" Ucap Mrs. Lili dengan muka mera seperti kepiting rebusnya. "Sudah Li. Ngaku saja. Sudah ketahuan juga." Ucap Mrs. Selena santai membuat muka Mrs. Lili semakin memerah. "Ciee..." ucap seluru warga academy yang melihat muka keduanya memerah. "Huft! Ya sudah. Sudah ketahuan juga." Ucap Mr. Delius pasrah. "Ekhem. Lili Kimberli Hutson. Aku ingin menanyakan sesuatu. Boleh?" Tanya Mr. Delius mulai serius kepada Mrs. Lili. Alexa dan Leo yang melihat itupun bertos ria sambil senyam senyum sendiri melihat mereka. "Y..ya" jawab Mrs. Lili terbata bata karena malu. "Will you marry me? Being the first woman I saw when I closed my eyes when I fell asleep or opened my eyes when I woke up? Being the mother of my future child? Become my place of rest when I'm happy or sad? Being a woman who is always in my heart for now and forever?" Tanya Mr. Delius sambil berlutut di hadapan Mrs. Lili dengan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah berisikan cincin. "Yes i will!" Jawab Mrs. Lili sambil mengeluarkan airmata yang sedari tadi ditahannya dan langsung memeluk tubuh Mr. Delius. "Akhirnya! Nenek sama kakek sihir sudah bersatu!" Ucap Alexa sambil berhigh five ria dengan Leo. "Alexa sayang... tolong jangan merusak suasananya ya.." ucap Mr. Delius sambil tersenyum manis kepada Alexa yang terlihat mengerikan di mata murid lain. Kecuali dua bersaudara itu. "Siapa yang rusak kek? Orang kita cuma komen. Ya gak kak?" Ucap Alexa sambil menatap Leo. "Hm! Betul tuh!" Ucap Leo menyetujuinya. "Huft! Whatever." Ucap Mr. Delius pasrah. Alexa dan Leo pun hanya cekikikan saja mendengarnya. "Oke teman-teman. Silahkan dilanjutkan acaranya. Berhubung ini masih jam 10." Ucap Leo setengah berteriak. "Yee.. Seperti tuan rumah saja kau ini." Ucap Kevin sambil menjitak pelan kepala Lao. "Terserah aku!" Ucap Leo cuek. "Kak. Dansa ayo. Kita kan sudah lama tidak menyentuh lantai dansa lagi." Ajak Alexa. "Sama aku saja." Ucap Felix sambil menarik langsung tangan Alexa tanpa meminta persetujuannya. "Hmm... Gerak cepat, Fel!." Celutuk Farel melihat tingkah Felix tetapi tak dihiraukannya. Acarpun berlanjut. Sekitar beberapa saat, keadaan masih dalam keadaan tenang. Tetapi setelah itu terdengar bunyi ledakan yang memekakan telinga. Duarrr! Para warga academy terutama yang perempuan pun berteriak ketakutan sambil belarian kesana kemari mencari perlindungan. "Huft! Baru saja gue bisa nikmati ni acara, kenapa musuh pada datang lagi sih!?" Gerutu Alexa sebal. Tiba-tiba muncullah sebuah kabut asap berwarna hitam ditengah tengah aula membuat mereka memperhatikan kabut asap itu. "Hello everybody!! Long time no see. Miss me?" Tanya seseorang dibalik kabut itu yang ternyata adalah Raja Ronald. "Hei pak tua! Kamu siapa sih? Main datang-datang saja tanpa di undang. Seperti hantu saja." Celutuk Leo sebal akan kehadiran Raja Ronald yang menurutnya itu sangat mengganggu acara makannya. "Hei anak muda! Berani beraninya kamu mengejek saya! Rasakan ini!" Ucap Raja Ronald marah dan melempar serangan ke arah Leo tetapi dengan mudah dihindarinya. "Gak kena! Wlee." Ucap Leo sambil menjulurkan lidahnya seperti anak kecil. "Kau!!!" Ucap Raja Ronald geram. "Sudahlah! Mau apa kau datang ke sini Raja Ronald!?" Tanya Mrs. Lili dengan tegas. "Oh.. Raja Ronald toh. Pantasan jelek." Ucap Alexa sambil mangut nganggut. Leo yang mendengar itupun menambahkannya lagi. "Hm. Keriput pula. Lebih ganteng kakek sihir sih kalau di lihat lebih dekat. Ya gak Lex? Kek?" Tanya Leo kepada Alexa dan Mr. Delius. "Sudah pasti." Ucap mereka berdua dengan bangga. Terutama Mr. Delius yang kelewatan bangga karena dibilang ganteng. "Diam kalian anak kecil! Berani berinanya mengatai diriku jelek! Awas kalian!" Ucap Raja Ronald dengan geram. "Lah, Kan memang benar kan Kakek jelek. Mau ngaca? Nih. Kaca saja di itu es." Ucap Alexa sambil membuat es sebagai kaca dengan elementnya. Sontak hal itu membuat Raja Ronald semakin geram dan mengahancurkan es itu dengan 1 pukulan. "Wow! Kau keren kek sampai-sampai bisa hancurin es itu!" Ucap Alexa dengan muka dibuat buat takjub. "Arghhh!!!! Bisa gila saya lama-lama disini!!" Ucap Raja Ronald sambil mengacak ngacak rambutnya frustasi. "Siapa suruh datang ke sini. Lama pula." Cibir Leo kepada Raja Ronald. Para warga academy yang lainpun hanya bisa menahan tawanya agar tak dibunuh saat itu juga oleh Raja Ronald. "Sial! Aku datang kesini untuk mengambil sang terpilih dari sini!" Ucap Raja Ronald mencoba sabar. Siapa tuh Ya? Tanya Alexa lewat telepati kepada sisi lainnya. Kamu ucap mereka serempak. Alexa pun hanya mengangguk anggukan kepalanya. Tetapi setelah beberapa saat kemudian ia terpekik kaget membuat yang lain menatapnya bingung. Termasuk Raja Ronald. "Kamu kenapa, dek?" Tanya Leo bingung. Jangan beritahu siapapun! Ucap Forencia melalui telepati. Yaya. Balas Alexa malas dan memutuskan telepati mereka. "Woy dek. Kamu kenapa?" Ucap Leo saat ia tak mendapatkan jawaban apa apa dari Alexa. "Gakpapa. Cuman baru nyadar saja kalau Raja Donald bebek itu jelek." Ucap Alexa santai. "Oh.. kirain apa." Ucap Leo dan menganggukan kepalanya. Raja Ronald yang merasa terhina pun mendekati Alexa dan akan menamparnya. Tetapi ia gagal karena Alexa sudah diluan menamparnya. Plak "Berani beraninya kamu menampar saya!!!" Ucap Raja Ronald dengan muka memerah menahan amarh. "Saya gak nampar kok. Cuma mukul. Makanya jangan jelek. Jadinya kan ada nyamuk dipipi kakek. Berhubung saya baik, saya rela mengotori tangan saya hanya untuk memukul nyamuk itu." Ucap Alexa sambil menepuk-nepuk tangannya. Raja Ronald yang sudah tak tahan pun berteriak frustasi. "Kau!! ARGGHHHHH!!!!!" Teriak Raja Ronald frustasi sambil mengacak-ngacak rambutnya. "E..eh! Jangan diacak-acak rambutnya dong. Kan dari sudah jelek tambah jelek lagi kan." Ucap Leo dengan muka dibuat buat sedih. "Argh!! Terserah kalian!! Saya sudah capek disini! Awas saja kalian!" Ucap Raja Ronald dengan marah dengan menunjuka mereka berdua. "Dari tadi kakek tunjuk-tunjuk diri sendiri. Mendingan kakek pulang deh. Kasihan istri dirumah. Lumayan tuh buat di ekhem ekhem." Ucap Leo dengan muka tengilnya. "Dasar kamu!! Argh! Lebih baik saya pergi dari pada meladeni orang gila macem kalian!" Ucap Raja Ronald. "DADAH JELEK!" Ucap Leo dan Alexa bersamaan dengan sedikit berteriak sebelum Raja Ronald menghilang dengan kabut hitamnya. "AWAS KALIAANNNN!!!!!" Terdengar suara teriakan Raja Ronald sebelum menghilang. Leo dan Alexa yang mendengar itupun hanya mengangkat bahu acuh dan berhigh five ria. "Gila gila. Saya salut atas keberanian kalian berdua." Ucap Mrs. Lili sambil bertepuk tangan bersama yang lainnya. Leo pun hanya mengibaskan tangannya didepan mukanya dan memasang muka yang dibuat buat err... menggelikan dimata Alexa. "Ah nenek mah bisa aja." Ucap Leo sambil berkagak malu-malu membuat Alexa memutar bola matanya malas. "Jijik." Ucap Alexa datar. "Ih.. adek kakak kok datar lagi sih." Ucap Leo sambil menoel noel dagu Alexa tetapi langsung ditepisnya dan meletakkan tangannya didahi Leo. "Aku yakin kalau kakakku terkena virusnya kakek Donald bebek itu tadi." Ucap Alexa dengan yakin. Leo pun lasung menepis tangan Alexa dan menatapnya dengan datar. "Gila kamu ya!" Ucapnya. Alexa pun hanya mengangkat kedua bahunya acuh dan melenggang pergi. "Eh! Mau kemana?" Tanya Vani kepada Alexa. Alexa hanya berhenti sebentar dan menunjuk ke arah jam yang sudah pukul 12 malam. "Sudah tengah malam saja ya?" Gumam Leo sambil menggelengkan kepalanya dan berjalan keluar untuk balik keasramanya. Setelah itu Mr. Delius pun membubarkan acara dan menyuruh yang lainnya untuk kembali ke asrama masing masing.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD