Bab 24

1196 Words

Pemasangan infus pada Anet sudah selesai. Perawat menyuruh Aleya untuk memberikannya ASI agar berhenti menangis. Aleya pun mengangkat kepalanya dan baru menyadari jika ia sudah salah dalam bersikap. Melihat posisi wajahnya berada pada da-da Zein, membuat Aleya terkejut setengah mati dan dengan cepat memberi jarak antara dirinya dan sang pria. Sebab ia tidak mau kalau sampai Zein salah paham, mengira dirinya janda yang suka menggoda duda. "Maaf Pak? A—aku tidak bermaksud. A—aku hanya ketakutan saja ...." Aleya tampak gugup sekali. Namun ia tetap ingin menjelaskan kepada Zein alasan ia memeluk pria kaya itu. Sebab Aleya tidak mau kalau sampai Zein berpikir buruk tentang dirinya. "Tidak masalah Aleya," ucap Zein dengan senyum simpul. " Ya sudah, Pak. A—aku beri ASI Anet dulu," ucap Aleya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD