Keningnya mengerut melihat Alvi sudah rapi dengan jas dan tas kerjanya. "Kamu mau kemana??" Berjalan mendekat seraya menatap pria itu intens dari atas sampai ke bawah. "Ke kantor, dear. Ada kerjaan yang harus ku selesaikan." "Eh?" "Aku pergi dulu ya. Jaga diri baik-baik di sini. I love you, dear." Pria tampan itu meninggalkan Raisya yang masih melongo tidak percaya. Matanya terus menatap pintu yang sudah tertutup rapat dengan tatapan melongo. Namun, akhirnya ia bersikap biasa saja setelah mencerna semuanya. "Lebih baik aku mandi dan setelah itu membuat novel." Belakangan ini, ia menjadi suka sekali menulis. Tentu saja menulis ulang kisah hidupnya yang tak biasa. Suatu saat, dia akan mencetak semua yang di tulisnya dan menjadikan sebuah buku agar bisa di baca ulang. Selesai mandi, ia l

