Kala membuka mata, Raisya sudah tidak melihat Alvi di sisinya. Biasanya sewaktu dirinya terbangun pria itu masih berada di sampingnya, baik Alvi yang sedang tertidur mau pun sudah bangun. Semenjak beberapa hari belakangan ini pria itu menjadi jarang sekali menghabiskan waktu bersamanya karena sibuk mengurusi ini itu akibat menjadi seorang raja sekaligus CEO. Di tangan Alvi lah kuasa kerajaan berada. Lengah sedikit maka kerajaannya bisa kena imbas. Para pemberontak belakangan ini mulai bermunculan dan menyerang kapan saja. Karena mereka, tugas Alvi sebagai raja semakin bertambah. Tapi, sesibuk apa pun Alvi pasti pria itu akan menunggunya terbangun. Memberikan morning kiss dan mandi bersama atau hanya sekedar sarapan bersama sebelum pria itu pergi bekerja. Ah, tidak hanya kerajaan yang di h

