Pagi ini Raisya pulang ke rumahnya karena merasa sangat merindukan kedua orangtuanya yang tidak pernah ditemuinya semenjak sebulan yang lalu. Keduanya terlalu sibuk sementara dirinya tidak diijinkan keluar oleh Alvi. Tadi saja dia minta ijinnya sampai merengek-rengek. Finally, Alvi membolehkan dengan syarat dikawal oleh dua orang pria yang merupakan orang kepercayaan Alvi. Wanita cantik itu memasuki rumahnya dengan tidak sabaran. "Mama!! Papa!!" teriaknya girang. "Eh, Non Raisya?? Tuan dan nyonya sedang gak di rumah, non." Raisya melongo. Senyum manisnya yang tadinya terukir berganti dengan mulut ternganga. Percuma saja dong dia ke sini, sampai merengek-rengek segala, dan sialnya kesempatan itu dimanfaatkan Alvi dengan sebaik-baiknya. "Memang mereka kemana, bi?" "London, non." "Padaha

